KANALBERITA.COM – Elon Musk menyatakan bahwa layanan satelit Starlink diproyeksikan akan menyalurkan sebagian besar koneksi internet dunia dalam waktu kurang dari satu dekade mendatang. Ambisi besar tersebut bergantung penuh pada peluncuran ribuan satelit generasi terbaru serta keberhasilan operasional roket Starship yang masif guna mempercepat distribusi di orbit.
Dalam laporan pendapatan publik perdana SpaceX yang dirilis pada, Rabu (5//8/2026), Musk menegaskan bahwa dominasi ini ditargetkan tercapai di sebagian besar negara yang mengizinkan operasional mereka. Perusahaan berencana memanfaatkan teknologi satelit V3 yang memiliki kemampuan jauh lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya.
Presiden dan COO SpaceX, Gwynne Shotwell, turut memberikan pandangannya mengenai potensi pasar perusahaan dalam bersaing dengan operator telekomunikasi tradisional. “Saya mengantisipasi kami mampu mengakuisisi cukup banyak pelanggan mereka karena saya pikir layanan kami akan lebih baik,” ujar Shotwell saat menyampaikan laporan kepada para investor pada awal Agustus 2026.
Peningkatan kapasitas menjadi kunci utama dalam strategi SpaceX ke depan. Satelit Starlink V3 diklaim mampu memberikan konektivitas downlink hingga 1 Terabit, sebuah lonjakan signifikan dari kemampuan satelit V2 yang hanya mencapai 80 Gbps. Selain kecepatan, teknologi ini menjanjikan jumlah beams yang jauh lebih banyak untuk mendukung lebih banyak pengguna secara bersamaan.
Tantangan Operasional dan Masa Depan
Untuk merealisasikan rencana tersebut, SpaceX harus memastikan roket Starship dapat melakukan peluncuran berulang secara cepat guna menempatkan ribuan satelit baru di orbit rendah Bumi (LEO). Musk menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas bandwidth ini tidak hanya diperuntukkan bagi pengguna internet seluler, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan data masif dari industri kecerdasan buatan (AI) dan robotika yang terus berkembang pesat.
Hingga saat ini, Starlink tercatat memiliki sekitar 12 juta pelanggan global, angka yang masih cukup jauh jika dibandingkan dengan total ratusan juta pelanggan yang dimiliki oleh operator seluler raksasa seperti Verizon, AT&T, dan T-Mobile di Amerika Serikat. Namun, SpaceX telah mendapatkan lampu hijau dari FCC pada Januari 2026 untuk mengoperasikan konstelasi satelit generasi berikutnya. Rencananya, layanan Starlink Mobile akan mulai diterbangkan tahun depan dan diharapkan dapat mulai memberikan layanan komersial pada akhir 2027.
Wartawan Senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di sejumlah media seperti Majalah Percikan Iman, Media Official Persib.














