KANALBERITA.COM – Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh University of California San Francisco (UCSF) mengungkap adanya lonjakan signifikan kasus kanker payudara invasif di kalangan perempuan keturunan Asia Amerika selama dua dekade terakhir. Fenomena ini menarik perhatian para peneliti karena terjadi di hampir semua kelompok etnis Asia Amerika dengan laju yang melampaui kelompok etnis lain di Amerika Serikat.
Data menunjukkan bahwa peningkatan kasus paling mencolok terjadi pada perempuan yang berusia di bawah 50 tahun. Selain itu, ditemukan pula kecenderungan peningkatan pada diagnosis penyakit stadium lanjut serta bentuk kanker payudara yang bersifat lebih agresif.
Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Network Open ini menganalisis sekitar 150.000 kasus kanker payudara invasif yang didiagnosis sepanjang tahun 2000 hingga 2022. Meskipun peningkatan skrining kesehatan sering dianggap sebagai faktor penyebab deteksi dini, para ahli menyatakan bahwa skrining saja tidak dapat menjelaskan lonjakan angka yang terjadi, terutama karena peningkatan tercepat justru terlihat pada kasus kanker yang telah menyebar.
Salah satu temuan yang sangat diwaspadai adalah kanker payudara triple-negative yang merupakan subtipe kanker paling agresif. Di antara perempuan keturunan Tionghoa-Amerika, kasus kanker jenis ini tercatat meningkat lebih dari 6 persen setiap tahunnya pada periode 2017 hingga 2022.
Penyebab Masih Belum Diketahui
“Pola-pola ini sangat mengkhawatirkan dari sudut pandang kesenjangan kesehatan,” ujar penulis senior studi tersebut, Scarlett Lin Gomez, PhD, yang merupakan profesor epidemiologi dan biostatistik di UCSF, pada 19 Agustus 2026.
Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui secara pasti faktor utama yang memicu peningkatan kasus pada perempuan di bawah usia 50 tahun. Perubahan pola reproduksi, diet, dan gaya hidup diduga berkontribusi, namun para ahli menegaskan bahwa faktor-faktor tersebut tidak sepenuhnya menjelaskan temuan di lapangan.
Pihak UCSF saat ini tengah menjalankan dua proyek riset, yaitu studi kanker payudara CRANE dan studi kohort ASPIRE. Diharapkan, kedua proyek ini dapat membantu mengungkap faktor risiko lain yang mungkin belum teridentifikasi sebelumnya terkait kesehatan komunitas Asia Amerika, penduduk asli Hawaii, dan Kepulauan Pasifik.
Wartawan Senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di sejumlah media seperti Majalah Percikan Iman, Media Official Persib.








