KANALBERITA.COM – Sebuah penelitian observasional terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine mengungkapkan bahwa durasi olahraga mingguan untuk melindungi kesehatan jantung secara signifikan mungkin jauh lebih tinggi daripada anjuran kesehatan masyarakat saat ini.
Para ahli menemukan bahwa untuk mencapai pengurangan risiko serangan jantung dan stroke yang maksimal, seseorang memerlukan sekitar 560 hingga 610 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap minggunya.
Pedoman kesehatan global saat ini umumnya merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dalam sepekan. Namun, riset yang melibatkan 17.088 partisipan ini menunjukkan bahwa target tersebut hanya memberikan perlindungan moderat terhadap penyakit kardiovaskular. Dengan melakukan aktivitas seperti jalan cepat, berlari, atau bersepeda selama hampir 9 hingga 10 jam per minggu, seseorang dapat memperoleh manfaat perlindungan yang jauh lebih besar.
Studi yang dilakukan oleh peneliti di Macao Polytechnic University ini juga menyoroti bahwa kebutuhan olahraga setiap orang bisa berbeda tergantung pada tingkat kebugaran masing-masing. Tingkat kebugaran kardiorespirasi yang rendah menjadi indikator utama kerentanan seseorang terhadap gangguan kesehatan jantung, sehingga individu dengan kondisi ini membutuhkan durasi latihan yang lebih panjang untuk meraih hasil yang sebanding dengan orang yang lebih bugar.
Para peneliti menegaskan perlunya pendekatan yang lebih personal dalam memberikan rekomendasi kesehatan di masa depan. Mereka menyatakan bahwa panduan di masa mendatang mungkin perlu membedakan antara volume olahraga minimal untuk keamanan dasar dengan volume yang lebih tinggi untuk pengurangan risiko penyakit yang optimal seperti yang diungkapkan pada 8 Agustus 2026.
Faktor Kebugaran Menentukan Durasi Latihan
Analisis data dari UK Biobank menunjukkan bahwa hanya 12 persen peserta yang mampu mencapai target 560 hingga 610 menit latihan per minggu. Peneliti mencatat bahwa orang dengan tingkat kebugaran terendah memerlukan tambahan waktu sekitar 30 hingga 50 menit lebih banyak dibandingkan mereka yang sudah memiliki kebugaran tinggi untuk mencapai efektivitas yang serupa.
Meskipun penelitian ini bersifat observasional dan memiliki keterbatasan dalam menentukan sebab-akibat secara langsung, temuan ini tetap menjadi dasar penting bagi pengembangan standar kebugaran. Pendekatan personalisasi melalui target aktivitas yang disesuaikan dengan profil kebugaran individu diharapkan dapat membantu pasien meningkatkan kesehatan jantung mereka secara lebih efektif di masa mendatang.
Wartawan Senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di sejumlah media seperti Majalah Percikan Iman, Media Official Persib.







