HeadlineRegional

GERAK Jabar Deklarasi Anti Kemaksiatan dan Perang terhadap Judi, LGBT, Miras, dan Narkoba

×

GERAK Jabar Deklarasi Anti Kemaksiatan dan Perang terhadap Judi, LGBT, Miras, dan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Gerak Jabar
Foto bersama sebagian peserta ( foto: istimewa)

BANDUNG , Kanal Berita – – Lapangan Tegalega, Kota Bandung, pada Sabtu (12/9/2026) kembali menjadi saksi konsolidasi besar elemen-elemen masyarakat sipil yang peduli terhadap masa depan moral dan keamanan Jawa Barat. Gerakan Rakyat Anti Komunis-Kedzaliman dan Kemaksiatan (GERAK) Jawa Barat menggelar Jambore sekaligus Deklarasi Jabar Anti Kemaksiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur: Ormas Islam, Ormas Kebangsaan, pondok pesantren, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), paguron, LSM, paguyuban, dan komunitas yang tergabung dalam koalisi GERAK Jabar.

Dua Agenda Besar: Ingat Bahaya PKI dan Nyatakan Perang terhadap Kemaksiatan

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan karena berhalangan hadir, Ketua GERAK Jabar, HM Roinul Balad, menegaskan bahwa acara ini bukan kegiatan seremonial biasa. Ada dua agenda mendasar yang diusung: mengingatkan seluruh elemen bangsa akan ancaman komunisme yang tidak pernah benar-benar mati, dan secara kolektif menyatakan perlawanan terhadap meluasnya praktik kemaksiatan di Jawa Barat.

“Mengingatkan kita semua akan bahaya komunis, paham komunis, ideologi komunis. Karena kita yakin ideologi tidak akan pernah mati. Untuk itu dengan serius menghadang, mengantisipasi gerakan-gerakan paham komunis ini. Jangan biarkan, jangan berikan kesempatan kepada mereka untuk bangkit kembali sehingga akan merusak tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang sudah baik ini.”

— HM Roinul Balad, Ketua GERAK Jabar

Dipilihnya bulan September sebagai momentum bukan tanpa alasan. Setiap tahun, elemen GERAK Jabar konsisten menggelar Jambore Anti-Komunis di bulan yang sama — sebagai pengingat kolektif atas tragedi G30S/PKI dan kewaspadaan terhadap kebangkitan ideologi anti-Tuhan dalam bentuk-bentuk baru yang lebih tersembunyi.

Cukong Kemaksiatan Sudah Berani Lawan Pemerintah di Pengadilan

Pada bagian yang lebih mengejutkan, HM Roin membeberkan fakta yang menggambarkan betapa dalamnya akar kemaksiatan telah mencengkram Jawa Barat. Para pelaku di balik bisnis miras, perjudian, dan prostitusi terorganisir tidak lagi sekadar beroperasi secara diam-diam — mereka sudah cukup berani untuk melawan pemerintah secara hukum.

“Saya mendengar ada para cukong atau para peking minuman keras, kemudian perjudian, berzinahan ini melawan kepada pemerintah, bahkan melaporkan pemerintah ke pengadilan dengan dalih mereka teraniaya atau seolah-olah mereka itu dijolimi. Ini sungguh dasar, berarti kemaksiatan di Jawa Barat ini sungguh dasar, sudah punya kukunya.”

— HM Roinul Balad

Menghadapi kenyataan itu, HM Roin menegaskan bahwa perlawanan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam GERAK Jabar yang kini beranggotakan lebih dari 30 harokah dan organisasi.

“Maka jangan khawatir, kami yang ada di elemen GERAK JABAR yang terdiri dari lebih 30 harokah akan senantiasa bersama Anda semua.”

— HM Roinul Balad

Posko Pengaduan di Setiap Elemen: Jawa Barat Dikepung Jaringan Anti Maksiat

Ketua Panitia Nono Mulyana mengumumkan langkah konkret pascadeklarasi yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas: pendirian Posko Pengaduan di setiap elemen yang tergabung dalam GERAK Jabar, mulai dari ormas, ponpes, DKM, hingga komunitas-komunitas di tingkat akar rumput.

“Posko ini insya Allah akan ada di setiap Ormas Islam, Ormas Kebangsaan, Ponpes, DKM, Paguron, LSM, Paguyuban, Komunitas yang tergabung di GERAK Jabar. Nanti kami juga layanan pengaduan secara online dengan menyediakan nomor WA maupun website.”

— Nono Mulyana, Ketua Panitia

Selain posko pengaduan, GERAK Jabar juga menyiapkan mekanisme pendampingan dan advokasi hukum bagi para pelapor yang menghadapi intimidasi atau ancaman dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pelaporan mereka. Deklarasi di Bandung ini, lanjut Nono, hanyalah titik awal — setelah ini agenda serupa akan digulirkan ke seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat.

“Setelah ini insya Allah akan ada deklarasi serupa di Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Kota Bandung ini hanya launching awal, berikutnya kita agendakan di seluruh Jawa Barat.”

— Nono Mulyana

Prof Anton: Perluas Makna Maksiat, Masukkan Korupsi dan Janji Palsu

Dari sudut pandang akademis, Prof. Anton Minardi dari GAMMIS dan GUIH mendorong agar definisi kemaksiatan yang diperjuangkan GERAK Jabar tidak berhenti pada kejahatan sosial konvensional. Ia mengusulkan perluasan cakupan yang lebih fundamental.

“Korupsi, suap, pembakaran hutan, kebijakan yang merugikan rakyat, janji palsu kampanye dan sebagainya harus dimasukkan sebagai aktivitas kemaksiatan dan kedzaliman.”

— Prof. Anton Minardi, GAMMIS / GUIH

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam pilihan politik ke depan: tidak memberikan suara kepada caleg maupun partai yang nyata-nyata terlibat dalam praktik kemaksiatan dan kezaliman.

Pernyataan Sikap: Empat Poin Deklarasi Resmi GERAK Jabar

Acara ditutup dengan pembacaan Pernyataan Sikap dan Deklarasi resmi GERAK Jabar oleh Mochammad Budiman dari Wahdah Islamiyah Jabar. Pernyataan yang ditandatangani atas nama puluhan organisasi yang tergabung dalam GERAK Jabar ini memuat empat poin utama: (1) menyatakan perang terhadap judi, miras, narkoba, LGBT, pinjol, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya; (2) mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memberantas dan memblokir situs-situs yang mendukung kemaksiatan; (3) menginstruksikan seluruh kader dan simpatisan GERAK di seluruh Jawa Barat untuk aktif melakukan sosialisasi bahaya penyakit masyarakat; serta (4) membuka posko pengaduan bagi warga yang mengetahui adanya tindak kemaksiatan di lingkungan sekitar.

Deklarasi ini ditandatangani atas nama puluhan organisasi yang tergabung, antara lain Dewan Da’wah Jabar, Wahdah Islamiyah Jabar, PUI Jabar, Barkin, PASS, BARADA, FPI Jabar, Persada 212, Kodas, Korni, dan puluhan elemen lainnya. Sebuah koalisi yang mencerminkan luasnya spektrum masyarakat sipil yang sudah tidak lagi mau diam menghadapi ancaman kemaksiatan yang terus menguat di Jawa Barat.[ ]

Example 300x600