KANALBERITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimismenya bahwa konflik bersenjata dengan Iran akan segera mencapai titik akhir setelah penyelenggaraan pemilihan umum paruh waktu pada November mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump kepada awak media saat dirinya melakukan kunjungan kerja di Irlandia pada Minggu (13/9).
Dalam keterangannya, Trump meyakini bahwa perubahan situasi politik di dalam negeri akan berdampak signifikan terhadap dinamika konflik internasional yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa berakhirnya perang ini nantinya akan memicu penurunan harga bahan bakar secara drastis bagi masyarakat Amerika Serikat.
Terkait intensitas komunikasi diplomatik antara kedua negara, Trump mengungkapkan bahwa pihak Iran menunjukkan ketertarikan untuk segera mencapai sebuah kesepakatan resmi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap berhati-hati dalam menindaklanjuti setiap potensi negosiasi yang ditawarkan.
“Iran sangat ingin membuat kesepakatan karena mereka menelepon terus-menerus, namun saya tidak akan membuat kesepakatan yang buruk bagi negara kita,” ujar Trump dalam sesi wawancara di Irlandia pada Minggu (13/9/2026).
Status Perundingan Bilateral
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 18 Juni lalu yang bertujuan untuk menghentikan perang di kawasan tersebut. Berdasarkan dokumen kesepakatan tersebut, kedua negara dijadwalkan untuk melaksanakan perundingan intensif dalam jangka waktu 60 hari guna menyepakati resolusi akhir. Batas waktu perundingan tersebut telah berakhir pada 17 Agustus lalu.
Namun, hingga saat ini, status kelanjutan dari perundingan tersebut masih berada dalam ketidakpastian. Kondisi ini dipicu oleh adanya eskalasi permusuhan yang terjadi di antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir, sehingga menyulitkan upaya pencapaian mufakat di meja perundingan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Wartawan senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di media nasional KOMPAS.COM












