KANALBERITA.COM – Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.673 jadwal penerbangan domestik terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Papua sepanjang periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Dari angka tersebut, 907 penerbangan terpaksa mengalami pembatalan atau penundaan operasional demi mengutamakan aspek keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merinci bahwa gangguan tersebut mencakup 745 keterlambatan, 907 pembatalan, 15 pengalihan pendaratan, serta 6 penerbangan yang kembali ke bandara asal atau return to base. Sejumlah bandar udara utama di wilayah terdampak, seperti Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, hingga Bandara Sultan Thaha di Jambi, mengalami penurunan jarak pandang yang signifikan akibat pekatnya asap karhutla.
Wings Air menjadi maskapai dengan jumlah pembatalan terbanyak mencapai 226 penerbangan, disusul oleh Super Air Jet sebanyak 158 penerbangan, dan Citilink dengan 115 penerbangan. Sementara itu, untuk kategori keterlambatan, Citilink mencatat angka tertinggi sebanyak 357 penerbangan yang disusul oleh NAM Air sebanyak 212 penerbangan.
Pihak Kemenhub menegaskan bahwa seluruh maskapai diwajibkan memenuhi hak penumpang sesuai regulasi yang berlaku, baik berupa kompensasi, penjadwalan ulang tiket, maupun pengembalian dana penuh bagi penerbangan yang dibatalkan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan oleh otoritas bandar udara di lapangan guna memastikan hak-hak konsumen terpenuhi tanpa pengecualian.
Prioritas Keselamatan Penerbangan
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa otoritas tidak akan memberikan toleransi terhadap standar keselamatan saat jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional. “Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan, di mana apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat, Senin (12/10/2026),” tegas Lukman.
Selain faktor asap karhutla, terdapat 14 penerbangan yang mengalami pembatalan akibat kendala teknis lain seperti sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk berupa angin kencang, serta kebutuhan pemeliharaan armada pesawat. Lukman mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi status penerbangan secara berkala sebelum melakukan perjalanan ke bandara mengingat kondisi jarak pandang yang berubah secara dinamis setiap harinya.
Wartawan Senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di sejumlah media seperti Majalah Percikan Iman, Media Official Persib.












