KANALBERITA.COM – Generasi Z dan milenial kini lebih memilih menyimpan berbagai dokumen rahasia dalam format elektronik dibandingkan salinan fisik untuk mempermudah aksesibilitas data di era digital. Riset terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa pergeseran perilaku ini terjadi secara global guna meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi pribadi yang sensitif.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 84 persen responden secara umum telah beralih ke penyimpanan digital untuk data seperti KTP, rincian keuangan, informasi kesehatan, hingga arsip foto. Angka preferensi terhadap format digital ini melonjak hingga 90 persen pada kelompok masyarakat yang berada dalam rentang usia 18-34 tahun.
Kondisi yang berbeda terlihat pada kelompok usia di atas 55 tahun yang masih memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap dokumen fisik. Tercatat hampir 30 persen dari generasi senior tersebut tetap memilih metode tradisional dengan menuliskan informasi penting mereka di atas media kertas.
Di Indonesia sendiri, tren penggunaan teknologi penyimpanan terpantau cukup tinggi pada perangkat keras maupun layanan internet. Sebanyak 61 persen masyarakat menyimpan file penting di komputer atau hard drive, sementara persentase yang sama juga memanfaatkan solusi penyimpanan awan atau cloud.
Strategi Keamanan Data Digital Efektif
Meskipun menawarkan kepraktisan, metode penyimpanan digital tetap memiliki risiko keamanan seperti potensi akses ilegal pada layanan cloud maupun kerusakan fisik pada perangkat keras. Para ahli menyarankan pengguna untuk selalu mengembangkan strategi pencadangan rutin, terutama untuk data sensitif yang sulit dipulihkan melalui cara lain.
Salah satu metode yang direkomendasikan adalah strategi pencadangan 3-2-1 untuk memastikan perlindungan informasi yang lebih berlapis. Strategi ini mengharuskan pengguna memiliki setidaknya tiga salinan data penting yang disimpan pada dua jenis media berbeda dengan satu salinan diletakkan di lokasi luar atau cloud pada Senin, 6 April 2026.
Selain itu, data yang bersifat sangat rahasia seperti kata sandi, identitas pribadi, dan rincian keuangan memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaannya. Kedisiplinan dalam melakukan pembaruan keamanan dan penggunaan layanan digital yang terpercaya menjadi kunci utama dalam menjaga kerahasiaan informasi di tengah ancaman siber yang terus berkembang.













