KANALBERITA.COM – Seorang ilmuwan NASA bernama Robert Wagner secara tidak sengaja menemukan kawah berukuran masif di permukaan Bulan saat melakukan pemeriksaan kualitas data rutin pada tahun 2026. Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini mengungkapkan adanya dampak meteorit besar yang diperkirakan terjadi antara April hingga Mei 2024.
Kawah baru tersebut menjadi temuan terbesar yang pernah tercatat oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA selama 17 tahun beroperasi. Objek yang menghantam satelit alami Bumi tersebut diestimasi memiliki ukuran setara gedung enam lantai, menciptakan lubang besar yang mengubah lanskap permukaan Bulan secara permanen.
Karena Bulan tidak memiliki atmosfer untuk melindungi permukaannya dari hantaman benda luar angkasa, setiap aktivitas asteroid atau meteor selalu menyisakan jejak fisik. LRO sendiri secara rutin memindai seluruh permukaan Bulan setiap 14 hari, yang memungkinkan para peneliti memantau perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan secara berkala.
Merespons penemuan tak terduga tersebut, Robert Wagner menyatakan bahwa ia langsung menghentikan kegiatannya untuk fokus mengamati objek tersebut ketika pertama kali melihat keanehan pada data yang masuk pada tahun 2026.
Kawah Fenomenal yang Langka
Kawah yang kemudian diberi nama McGetchin ini memiliki lebar mencapai 728 kaki atau dua kali luas lapangan sepak bola, dengan kedalaman sekitar 141 kaki. Ukuran ini menjadikannya temuan yang sangat langka dalam sejarah observasi Bulan modern.
Berdasarkan model produksi kawah yang dianalisis oleh para ahli, benturan sebesar ini diperkirakan hanya terjadi satu kali setiap 132 tahun. Hal inilah yang mendasari pernyataan Wagner bahwa temuan ini merupakan observasi yang sangat jarang terjadi dalam masa hidup manusia.
Sejak diluncurkan, LRO telah mendokumentasikan sekitar 1.000 kawah baru dan lebih dari 100.000 perubahan permukaan lainnya. Namun, sebagian besar dampak tersebut merupakan peristiwa skala kecil, sehingga penemuan kawah McGetchin menjadi pencapaian yang sangat signifikan dalam studi astronomi saat ini.
Wartawan Senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di sejumlah media seperti Majalah Percikan Iman, Media Official Persib.












