KANALBERITA.COM – Menonton pertandingan olahraga melalui siaran televisi secara intens ternyata memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan jantung dan kardiometabolik bagi para penontonnya. Kondisi ini dipicu oleh adanya tekanan emosional tinggi serta gaya hidup sedenter yang terjadi selama durasi pertandingan berlangsung.
Berdasarkan data dari Harvard Health Publishing, tren peningkatan pasien dengan keluhan nyeri dada dan kesulitan bernapas sering teramati di ruang gawat darurat tepat setelah berakhirnya pertandingan olahraga berskala besar. Respons fisik tersebut muncul akibat tekanan stres yang dirasakan penonton saat menyaksikan momen-momen krusial dalam sebuah laga.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Cardiology pada tahun 2017 menunjukkan bahwa menonton pertandingan olahraga dapat memberikan beban pada jantung yang setara dengan saat seseorang melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi. Denyut nadi penonton dilaporkan meningkat rata-rata sebesar 75 persen saat menyaksikan siaran di televisi dan mencapai 110 persen bagi penonton yang hadir langsung di arena pertandingan.
Para peneliti mengungkapkan bahwa lonjakan denyut nadi tersebut terjadi akibat euforia dan ketegangan saat momen mencetak gol. “Bukan hasil akhir pertandingan yang menentukan intensitas respons stres emosional, melainkan euforia yang dialami saat menyaksikan bagian-bagian pertandingan yang berintensitas tinggi,” tulis para peneliti dalam laporan studi tersebut pada tahun 2017.
Dampak Buruk Bagi Kesehatan
Selain faktor emosional, temuan lain yang dipublikasikan dalam jurnal Preventive Medicine pada tahun 2024 menyoroti dampak jangka panjang bagi kesehatan kardiometabolik. Penelitian tersebut menyatakan bahwa kebiasaan menonton pertandingan olahraga melalui televisi berkontribusi terhadap peningkatan indeks massa tubuh (BMI), hipertensi, hingga risiko diabetes.
Munculnya berbagai masalah kesehatan ini diduga dipicu oleh kombinasi emosi negatif seperti kemarahan dan kecemasan yang muncul selama pertandingan. Selain itu, perilaku pasif berupa duduk dalam durasi yang lama serta kebiasaan mengonsumsi camilan yang tidak sehat saat menonton menjadi faktor risiko tambahan yang memperburuk kondisi fisik penonton.








