*penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Ashr Al Madani, Jl. Raya Arcamanik 48 Bihbul – Sindanglaya Bandung)
Khutbah Pertama:
ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ كَمَا يَجِبُ عَلَيْنَا مِنْ حَمْدِهِ وَتَعْظِيمِهِ، وَنَشْكُرُهُ عَلَىٰ إِحْسَانِهِ وَإِنْعَامِهِ، وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلَا زَوَالَ لِمُلْكِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ٱلْقَائِمَ بِنَصْرِهِ.
وَصَلَّى ٱللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، ٱلَّذِينَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ، وَمَنِ ٱقْتَفَىٰ شَرْعَهُ، وَتَمَسَّكَ بِمِدَانِهِ.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ، ٱتَّقُوا ٱللَّهَ، وَٱفْعَلُوا ٱلْخَيْرَاتِ، وَٱجْتَنِبُوا ٱلسَّيِّئَاتِ، وَٱعْلَمُوا أَنَّ ٱللَّهَ أَمَرَكُمْ أَمْرًا بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّىٰ بِمَلَائِكَتِهِ ٱلْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ،
اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْعَقْلِ وَالْإِيْمَانِ، وَصَرَفَنَا عَنِ الضَّلَالِ وَالْعُدْوَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْخُلُقِ الْعَظِيْمِ وَالْبَيَانِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْد. فَيَاعِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًاسَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ
معاشر المسلمين رحمكم الله
Marilah kita awali khutbah ini dengan rasa syukur dan takzim kepada Allah ﷻ yang telah mengaruniakan nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, pembawa risalah keselamatan yang telah membebaskan umat manusia dari kegelapan jahiliyyah menuju cahaya iman.
Selanjutnya Pada kesempatan ini, khatib mengajak kita sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ, dengan sebenar-benarnya takwa. Salah satu tanda orang bertakwa adalah menjaga diri dan keluarganya dari perkara yang merusak, baik di dunia maupun di akhirat.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Khutbah kita kali ini mengangkat tema penting: 6 TIPS IKHTIAR MENGHINDARKAN GEN Z DARI BAHAYA NAPZA
Hal ini sangat relevan dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.
معاشر المسلمين رحمكم الله
-» NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) dapat merusak akal.
Akal adalah karunia Allah ﷻ yang paling mulia bagi manusia. Dengan akal manusia bisa membedakan antara hak dan batil, antara jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Namun narkoba—baik ganja, sabu, pil koplo, dan lainnya—merusak akal, bahkan lebih parah dari khamr.
Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 195:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ
“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
Dalam kitab Tafsir al-Maraghi, disebutkan bahwa ayat ini melarang manusia melakukan hal-hal yang menghancurkan diri sendiri, baik jasmani maupun ruhani.
Penyalahgunaan narkoba jelas masuk dalam kategori ini.
-» NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif) lainnya Termasuk yang Memabukkan (مُسْكِر), maka Haram hukumnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ
“Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr itu haram.” (HR. Muslim)
Dalam kitab Fath al-Mu’in karya Imam Zainuddin al-Malibari, dijelaskan bahwa segala bentuk zat yang dapat menghilangkan akal sehat termasuk dalam kategori haram, meskipun tidak berasal dari fermentasi anggur. Ini menjadi dasar bahwa narkoba haram, karena ia memabukkan, merusak tubuh, akal, dan moral.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), sekitar 3,3 juta penduduk Indonesia pernah terpapar narkoba. Lebih dari 60% korbannya adalah anak muda. Banyak pelajar dan mahasiswa yang menjadi pecandu, bahkan menjadi kurir karena tekanan ekonomi atau bujukan pergaulan.
Kata Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, bahwa merusak jasad tanpa keperluan yang sah adalah bentuk perlawanan terhadap amanah Allah. Tubuh ini titipan. Maka siapa yang menyia-nyiakannya, ia berdosa besar.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Kita semua bertanggung jawab—para orang tua, guru, tokoh agama, penyuluh, dan masyarakat umum—untuk menjaga generasi dari kerusakan moral akibat narkoba.
Allah memerintahkan kita dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim, ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)
Dalam Tafsir al-Baghawi, dijelaskan bahwa menjaga keluarga dari api neraka termasuk dengan mendidik mereka agar menjauhi dosa-dosa besar, dan narkoba termasuk dosa besar.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Tanggung jawab untuk menjaga anak-anak dari bahaya narkoba bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi tugas utama orang tua. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak.
Tanggung jawab orang tua dalam menjaga anak-anak mereka dari bahaya narkoba tidak bisa dianggap ringan. Di zaman sekarang, tantangan semakin berat. Bukan hanya narkoba yang mengintai, tapi juga pergaulan bebas, pornografi digital, konten destruktif di media sosial, dan lingkungan yang permisif terhadap maksiat. Semua itu bisa menjadi jalan awal seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan kerusakan moral lainnya.
Anak-anak kita hidup di era digital. Smartphone ada di genggaman, internet tersedia di mana-mana. Jika orang tua tidak mendampingi dan mengawasi, maka anak-anak akan mencari informasi dan hiburan dari tempat yang salah. Media sosial yang tak terfilter bisa menjadi ladang dosa. Pergaulan bebas, budaya hedonis, dan gaya hidup permisif sangat mudah mereka akses. Dari sinilah, narkoba masuk, sedikit demi sedikit menghancurkan masa depan anak-anak.
Oleh karena itu, peran orang tua sangat vital. Beberapa langkah konkret yang harus dilakukan oleh orang tua antara lain:
1). Bangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan anak-anak. Jangan hanya menasihati, tetapi dengarkan mereka.
2). Beri pendidikan agama sejak dini. Ajak shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan mengenalkan nilai-nilai Islam secara menyenangkan.
3). Batasi dan awasi penggunaan gadget. Pasang kontrol orang tua, periksa konten media sosial, dan bimbing anak untuk memanfaatkannya secara positif.
4). Kenali teman-teman anak. Lingkungan pergaulan sangat menentukan karakter. Arahkan anak untuk berkumpul dengan teman yang baik dan mendukung akhlak mulia.
5). Libatkan anak dalam aktivitas positif. Ajak ke masjid, kegiatan remaja Islam, atau aktivitas sosial yang membentuk kepedulian.
6). Orang Tua adalah teladan.
Anak-anak belajar bukan hanya dari kata-kata, tapi dari sikap dan perilaku orang tuanya.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ نَحْلًا أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian terbaik dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Mendidik anak di era sekarang tidak cukup hanya memberi uang dan fasilitas. Yang paling dibutuhkan anak adalah bimbingan, perhatian, dan teladan dari orang tuanya sendiri.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Diceritakan dalam sebuah majalah dakwah, ada seorang pemuda di Surabaya yang terjerumus dalam dunia narkoba sejak usia 16 tahun. Ibunya tidak putus asa. Ia terus mendoakan dan mengajak anaknya ke masjid. Di masjid, pemuda ini bertemu dengan seorang ustadz yang mendampinginya, pelan-pelan ia bertaubat dan kini menjadi pembina di pusat rehabilitasi.
Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah ini : Jangan pernah menyerah pada anak-anak kita. Ajak mereka ke masjid. Jadikan masjid sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pelindung generasi.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Mari kita sama-sama perangi bahaya narkoba ini dari rumah, sekolah, dan masyarakat. Jadilah bagian dari umat yang menyelamatkan generasi. Karena sebagaimana dikatakan dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim:
حِفْظُ الشَّبَابِ مِنَ الْفَسَادِ، صِيَانَةٌ لِلْأُمَّةِ كُلِّهَا
“Menjaga pemuda dari kerusakan adalah menjaga seluruh umat dari kehancuran.”
Semoga khutbah ini menjadi pengingat bagi kita semua, dan Allah senantiasa membimbing kita dan keluarga untuk menjauhi segala bentuk kemungkaran.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، نَفَعَنِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَبِسُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua:
اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْعَقْلِ وَالْإِيْمَانِ، وَصَرَفَنَا عَنِ الضَّلَالِ وَالْعُدْوَانِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْخُلُقِ الْعَظِيْمِ وَالْبَيَانِ،
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُ إِلَى يَوْمِ الى اخر الزمان.
أَمَّا بَعْد. فَيَاعِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ، ٱتَّقُوا ٱللَّهَ، وَٱفْعَلُوا ٱلْخَيْرَاتِ، وَٱجْتَنِبُوا ٱلسَّيِّئَاتِ، وَٱعْلَمُوا أَنَّ ٱللَّهَ أَمَرَكُمْ أَمْرًا بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّىٰ بِمَلَائِكَتِهِ ٱلْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ،
فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
ٱللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى ٱلتَّابِعِينَ وَتَابِعِ ٱلتَّابِعِينَ، وَٱرْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ ٱلرَّاحِمِينَ.
ٱللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، وَٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيبُ ٱلدَّعَوَاتِ، وَقَاضِي ٱلْحَاجَاتِ.
ٱللَّهُمَّ ٱنْصُرْ مَنْ نَصَرَ ٱلدِّينَ، وَٱخْذُلْ مَنْ خَذَلَ ٱلْمُسْلِمِينَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ.
ٱللَّهُمَّ أَرِنَا ٱلْحَقَّ حَقًّا، وَٱرْزُقْنَا ٱتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا ٱلْبَاطِلَ بَاطِلًا، وَٱرْزُقْنَا ٱجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ، وَٱتَّبَعْنَا ٱلرَّسُولَ، فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّاهِدِينَ.
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
عِبَادَ ٱللَّهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي ٱلْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَاءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَٱذْكُرُوا ٱللَّهَ ٱلْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَٱشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَٱسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَيَهْدِكُمْ، وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ، وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون.











