KANALBERITA.COM – Kementerian Agama memperluas fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) dengan menjadikannya pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU). Inisiatif ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta berbagai lembaga amil zakat untuk mendayagunakan zakat produktif secara optimal.
Langkah strategis ini dilakukan karena KUA dinilai sebagai lembaga yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang baru terbentuk. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, KUA diharapkan mampu menjadi ekosistem yang mengintegrasikan pelayanan administrasi keagamaan dengan upaya pengentasan kemiskinan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai bagian dari layanan purnajual bagi keluarga. Waryono menegaskan bahwa keluarga yang baru menikah tidak bisa dibiarkan begitu saja, sehingga mereka memerlukan pendampingan baik dari sisi spiritual maupun kemandirian ekonomi, Rabu (15/7/2026).
Penerima manfaat utama dari program ini diprioritaskan bagi keluarga yang telah memiliki buku nikah. Dengan memanfaatkan peran penyuluh agama Islam serta majelis taklim, pihak KUA akan melakukan identifikasi calon penerima bantuan, mendampingi pengembangan usaha, dan memastikan penyaluran zakat produktif tepat sasaran.
Fokus Kemandirian Ekonomi Umat
Tujuan utama dari transformasi ini bukan sekadar menyalurkan bantuan secara konvensional, melainkan membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Waryono menuturkan bahwa upaya pendayagunaan zakat untuk usaha produktif membutuhkan proses yang panjang dengan target mengubah mustahik menjadi muzaki melalui pendampingan yang berkesinambungan, Rabu (15/7/2026).
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput. Dengan keterlibatan kelompok perempuan yang aktif dalam majelis taklim, diharapkan pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan penguatan ekonomi agar lebih berdaya secara finansial di masa depan.








