KANALBERITA.COM – Penelitian terbaru para ahli menunjukkan bahwa sejenis senyawa penting yang terkandung dalam sejenis makanan laut berpotensi besar menjadi zat anti penuaan di masa depan.
Sekelompok peneliti dari berbagai institusi ternama dunia, termasuk Stanford University dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University, menemukan bahwa senyawa plasmalogen dari hewan laut ascidiacea atau sea squirt dapat membalikkan gejala penuaan pada tikus.
Temuan yang dipublikasikan dalam ScienceDaily pada 4 September 2026 ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam kemampuan kognitif, regenerasi sel otak, serta pertumbuhan rambut yang lebih sehat pada subjek uji.
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan suplemen plasmalogen kepada tikus yang telah mengalami proses penuaan untuk mengamati perubahan perilaku dan fisik. Hasilnya, tikus yang mendapatkan asupan senyawa tersebut menunjukkan peningkatan tajam dalam daya ingat dan fungsi pembelajaran dibandingkan kelompok kontrol.
Selain manfaat kognitif, para ilmuwan juga mengamati perubahan fisik yang nyata berupa pertumbuhan rambut yang lebih tebal dan berwarna lebih gelap pada tikus yang telah menua. Plasmalogen sendiri merupakan jenis lipid yang secara alami ditemukan pada membran sel manusia, namun kadarnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Penurunan kadar senyawa ini sering dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Profesor Lei Fu, penulis utama studi tersebut, menyatakan bahwa penelitian ini memberikan harapan baru dalam dunia medis.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa plasmalogen mungkin tidak hanya menghentikan penurunan kognitif, tetapi dapat membalikkan gangguan kognitif pada otak yang menua, dan tikus tua yang diberi suplemen ini menumbuhkan rambut hitam baru yang lebih tebal dan berkilau dibandingkan tikus tua yang tidak diberi suplemen pada 4 September 2026,” ujar Profesor Lei Fu.
Manfaat plasmalogen bagi otak
Dalam pengujian melalui metode labirin air Morris, tikus yang menerima suplemen plasmalogen mampu menemukan platform tersembunyi dengan jauh lebih cepat, menyerupai performa hewan yang lebih muda. Analisis lebih lanjut terhadap jaringan otak tikus menunjukkan adanya peningkatan jumlah sinapsis serta kondisi sel saraf yang jauh lebih baik.
Para peneliti meyakini bahwa plasmalogen bekerja dengan meningkatkan fluiditas membran sinaptik dan mendukung regenerasi saraf. Selain itu, senyawa ini diduga mampu menekan peradangan kronis di otak yang sering menjadi pemicu kerusakan saraf pada usia lanjut.
Meskipun temuan ini memberikan wawasan penting tentang potensi intervensi anti-penuaan, para ahli menekankan bahwa efektivitas dan keamanan suplemen ini pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Studi ini membuka jalan bagi eksplorasi masa depan mengenai peran diet dan senyawa alami dalam mempertahankan fungsi kognitif sepanjang usia.
Wartawan Senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di sejumlah media seperti Majalah Percikan Iman, Media Official Persib.








