KANALBERITA.COM – Ribuan riwayat percakapan dan proyek milik pengguna aplikasi kecerdasan buatan Claude ditemukan bocor serta dapat diakses secara bebas melalui mesin pencarian Google. Peristiwa ini memicu kekhawatiran karena data yang terekspos mencakup informasi sensitif seperti catatan kesehatan dan rahasia perusahaan.
Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh pengguna komunitas Reddit pada akhir pekan lalu. Para pengguna tersebut berhasil menemukan daftar tautan percakapan panjang melalui teknik pencarian spesifik menggunakan operator ‘site:claude.ai/share’ pada mesin peramban Google.
Berdasarkan laporan yang beredar, insiden ini terjadi ketika pengguna memanfaatkan fitur berbagi atau ‘Share’ untuk mengirimkan dokumen kerja mereka kepada rekan sejawat. Meski platform telah menyertakan peringatan bahwa tautan tersebut dapat dilihat oleh siapa saja, banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa konten tersebut secara otomatis akan terindeks oleh mesin pencari.
Selain melalui fitur berbagi obrolan, kebocoran juga teridentifikasi pada fitur Claude Artifacts. Pengguna yang membagikan proyeknya melalui fitur ini memungkinkan aplikasi atau alat mandiri yang mereka buat muncul dalam hasil pencarian publik di internet.
Respons Resmi Pihak Anthropic
Menanggapi isu kebocoran data tersebut, pihak Anthropic menyatakan bahwa sistem mereka telah beroperasi sebagaimana mestinya sesuai dengan kebijakan privasi yang ditetapkan. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak memberikan direktori percakapan maupun sitemap kepada mesin pencari seperti Google untuk diindeks secara sengaja.
“Tautan yang dibagikan ini tidak dapat ditebak atau ditemukan kecuali pengguna sendiri yang memilih untuk membagikannya, dan ketika seseorang membagikan percakapan, mereka membuat konten tersebut dapat diakses oleh publik,” ungkap perwakilan Anthropic dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, 28 Juli 2026.
Pihak perusahaan menambahkan bahwa mereka memberikan kendali penuh kepada pengguna terkait privasi data yang mereka bagikan. Perlu diketahui, insiden serupa terkait indeks data AI di mesin pencari juga pernah menimpa penyedia layanan kecerdasan buatan lainnya, seperti OpenAI dengan ChatGPT dan xAI dengan Grok pada periode sebelumnya.








