HeadlineNasional

Sultan HB X Desak Perketat Regulasi Penjualan Miras di Yogyakarta

×

Sultan HB X Desak Perketat Regulasi Penjualan Miras di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X,

YOGYAKARTA, Kanal Berita –  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendesak penyusunan regulasi yang lebih ketat untuk membatasi penjualan dan peredaran minuman beralkohol. Hal ini merespons aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi awal pekan ini di Yogyakarta, yang menuntut penahanan tersangka pelaku kekerasan yang diduga dipengaruhi minuman keras.

“Para bupati dan walikota memiliki wewenang untuk menerbitkan regulasi baru. Peraturan yang ada sudah ketinggalan zaman karena belum mengatur penjualan online. Saya tidak ingin melihat anak-anak kita menjadi korban hanya karena kita tidak memiliki regulasi yang mengatur penjualan minuman beralkohol secara online,” tegas Sultan dalam pernyataannya.

Pernyataan ini muncul setelah sejumlah organisasi Islam di Yogyakarta, termasuk Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, menggelar aksi demonstrasi. Para demonstran menuntut penuntasan kasus penusukan dua santri dari Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Bantul, sebuah pesantren bersejarah di Yogyakarta.

Polisi telah menangkap tujuh tersangka yang diduga melakukan tindak kekerasan tersebut dalam pengaruh alkohol. Para demonstran juga menuntut pemerintah daerah untuk memperketat peredaran dan penjualan minuman beralkohol ilegal di Yogyakarta, yang mereka klaim telah menciptakan situasi darurat.

Menurut Sultan, penjualan minuman beralkohol di Yogyakarta, termasuk melalui platform online, telah di luar kendali dan menimbulkan masalah serius dalam masyarakat. Situasi ini membutuhkan penanganan segera melalui regulasi yang lebih komprehensif dan up-to-date.

Example 300x600
Bisnis

Ratusan pengunjung CFD memadati area booth dan panggung dalam rangka peluncuran kolaborasi antara makanan ringan legendaris Taro dan Pokemon yang merupakan ikon gim dan animasi terkenal asal Jepang. Mengusung tema “Brewek Taronya, Tangkap Pokemonnya” peluncuran kolaborasi ini berlangsung meriah dengan berbagai aktivitas interaktif. Puncak acara ditandai dengan prosesi brewek—istilah populer di kalangan komunitas gim untuk membuka kemasan—melalui pembukaan kemasan Taro ukuran raksasa di panggung utama.