BisnisHeadline

CNG Akan Gantikan LPG 3 Kg Mulai 2026 Demi Energi Berkelanjutan

×

CNG Akan Gantikan LPG 3 Kg Mulai 2026 Demi Energi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

KANALBERITA.COM–  Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan menggalakkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi rumah tangga. Rencana ini ditargetkan mulai diimplementasikan secara bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa pada tahun 2026.

Pemilihan CNG sebagai pengganti LPG subsidi bukan tanpa alasan. Selain potensi biaya subsidi yang lebih rendah, sumber daya gas alam domestik yang melimpah menjadi keunggulan tersendiri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi beban fiskal negara.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menyatakan bahwa berbagai aspek teknis tengah dimatangkan untuk memastikan kelancaran transisi ini. “Tahun ini,” ujar Laode Sulaeman di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, merujuk pada persiapan yang sedang berlangsung.

Pemerintah menargetkan implementasi awal CNG pada tahun ini secara bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Memahami Compressed Natural Gas (CNG)

CNG adalah singkatan dari Compressed Natural Gas, yang berarti gas alam yang telah dimampatkan pada tekanan tinggi. Bahan utamanya adalah metana, yang merupakan komponen utama gas alam, dengan sedikit campuran unsur lain seperti nitrogen, karbon dioksida, propana, dan etana. Proses kompresi ini secara drastis mengurangi volume gas, mempermudah penyimpanan dan distribusinya. Volume CNG bisa menyusut hingga 1 persen dari ukuran gas aslinya.

Selama ini, CNG lebih umum dikenal sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor dan kebutuhan industri. Namun, pemerintah kini mengeksplorasi potensinya untuk menggantikan LPG di sektor rumah tangga.

Salah satu tantangan utama dalam penerapan CNG untuk rumah tangga adalah aspek keamanan tabung. Hal ini dikarenakan tekanan CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG. “Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) dalam setiap tahapan-tahapan uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting,” jelas Laode Sulaeman. Pemerintah sedang merancang desain tabung khusus berukuran kecil yang mampu menahan tekanan CNG yang bisa mencapai sekitar 250 bar, berbeda signifikan dengan tekanan LPG yang berkisar antara 5 hingga 10 bar. Desain tabung yang aman menjadi prioritas utama sebelum program ini diluncurkan secara luas.

Selain persiapan desain tabung, sistem distribusi CNG untuk rumah tangga juga sedang dirancang. Tahap awal implementasi akan difokuskan pada kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke seluruh Indonesia.

Example 300x600