KANALBERITA.COM – Pemerintah dijadwalkan bakal mengubah sistem penyaluran uang pensiun bagi ASN, TNI, dan Polri serta bantuan sosial (bansos) mulai tahun 2027 mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya modernisasi sistem pembayaran negara dengan skema transfer langsung dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke rekening pribadi masing-masing penerima.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa mekanisme ini merupakan implementasi sistem Government to Person (G2P) yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam penyaluran dana. Melalui skema ini, proses distribusi bantuan yang sebelumnya melalui pihak ketiga atau kantor pos akan dialihkan seluruhnya ke sistem perbankan.
Pemerintah memberikan penekanan khusus pada validitas data penerima agar dana yang dikirimkan tepat sasaran. Informasi mengenai data para pensiunan harus selalu diperbarui secara berkala dan mutakhir untuk mendukung keberhasilan sistem transfer langsung tersebut.
“Pensiunan kita sekarang idealnya juga menurut saya dan kita akan desain untuk masukin 2027, menerima uang pensiunnya langsung di rekeningnya, langsung dari rekening kas umum negara,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jumat (9/10/2026).
Peningkatan Efisiensi Distribusi Dana
Pola pembayaran langsung ini sejatinya telah mulai diuji coba dan diterapkan pada beberapa program pemerintah lainnya, seperti tunjangan profesi guru serta penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan meluasnya penggunaan rekening bank di kalangan penerima manfaat, pemerintah berharap tidak ada lagi kendala administratif di masa depan.
Selain meningkatkan ketepatan jumlah dan waktu penyaluran, modernisasi ini diharapkan mampu memangkas tahapan birokrasi yang selama ini dianggap kurang praktis bagi masyarakat. Bagi penerima yang belum memiliki akses perbankan, pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi pembukaan rekening agar seluruh bantuan dapat tersalurkan secara digital.
Data dari Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi belanja bansos hingga akhir September 2026 telah mencapai Rp115,8 triliun. Angka tersebut mencakup berbagai program reguler yang didorong oleh peningkatan penyaluran pada sektor pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah.
Wartawan senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di media nasional KOMPAS.COM












