Kesehatan

Pentingnya Skrining Rutin Untuk Tangani Gangguan Penglihatan

×

Pentingnya Skrining Rutin Untuk Tangani Gangguan Penglihatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kesehatan mata

KANALBERITA.COM – Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan 17 persen dari 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun terdeteksi mengalami gangguan penglihatan setelah menjalani skrining pada 2025 lalu. Temuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat luas agar lebih waspada terhadap berbagai kelainan mata yang sering kali tidak disadari gejalanya sejak awal.

Gangguan penglihatan yang ditemukan dalam skrining tersebut meliputi kondisi refraksi seperti miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder. Kondisi ini jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat dapat menghambat produktivitas, kenyamanan belajar, hingga aktivitas harian penderitanya.

Beberapa faktor pemicu yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan menatap layar dalam durasi lama, intensitas aktivitas jarak dekat yang tinggi, serta kurangnya paparan kegiatan di luar ruangan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara berkala sangat disarankan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk memastikan kesehatan mata tetap terjaga.

BACA JUGA  IDI Dukung Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sebagai Langkah Maju Menuju Indonesia Sehat

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan mata, kegiatan bakti sosial pemeriksaan gratis telah diselenggarakan di Syafana Islamic School, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (24/10/2026). Inisiatif ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan penglihatan mereka secara lebih dini.

Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala

Kelainan refraksi sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia. Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, selaku Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menegaskan bahwa gangguan tersebut sering kali luput dari perhatian penderita.

“Kelainan refraksi, seperti mata minus, plus, dan silinder, dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini kerap tidak disadari sejak awal, padahal dapat memengaruhi kenyamanan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala penting untuk mengenali gangguan penglihatan sedini mungkin agar dapat ditangani secara tepat. Pemeriksaan dapat diulang setiap enam bulan hingga satu tahun, sesuai kondisi mata dan anjuran dokter,” ujar Prof Tjahjono dalam keterangannya yang dirilis pada Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA  Hari Ini Dimulai, Program Cek Kesehatan Gratis Fokus pada Pencegahan, Bukan Pengobatan

Tjahjono juga berharap kolaborasi dengan berbagai komunitas dapat mendorong kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata secara berkelanjutan. Langkah preventif melalui skrining rutin ini dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga kualitas penglihatan dan mencegah komplikasi di masa depan.

Example 300x600