KANALBERITA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan sementara selama periode libur Idul Fitri, seperti yang diumumkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Penghentian sementara ini diperkirakan akan menghasilkan penghematan anggaran negara sebesar Rp 5 triliun.
Kegiatan penyaluran MBG akan diliburkan mulai tanggal 18 hingga 24 Maret 2026. Bagi para peserta didik, penyaluran terakhir dilakukan pada 13 Maret 2026. Sementara itu, untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, penyaluran terakhir dilaksanakan pada 17 Maret 2026. Program ini dijadwalkan akan kembali beroperasi normal pada 31 Maret 2026.
Untuk memastikan ketersediaan gizi selama periode libur, BGN telah menerapkan strategi penggantian distribusi. Pendistribusian untuk periode yang diliburkan dilakukan lebih awal, yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026. Penerima manfaat akan menerima satu paket makanan sehat ditambah tiga paket bundling kemasan sehat yang dialokasikan untuk hari Rabu, 18 Maret 2026, hingga Jumat, 20 Maret 2026.
Lebih lanjut, untuk mencegah potensi penyelewengan anggaran, BGN menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kerjasama ini melibatkan penempatan jaringan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) untuk memperkuat pengawasan internal program. Langkah ini bukan bertujuan untuk melaporkan mitra, melainkan untuk memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja secara optimal, waspada, dan transparan dalam pengelolaan anggaran negara.
Dadan Hindayana menyatakan, “Saya juga meminta ada komponen dari Kejagung yang kami tugaskan untuk ikut menjadi salah satu pejabat untuk memperkuat BGN di pusat, pejabatnya eselon dua dan hingga saat ini baru satu orang, tadi itu yang saya bicarakan dengan Jaksa Agung dan Jamintel.”
Seorang wanita hamil dan seorang balita menerima paket makanan sehat dari petugas program gizi, dengan latar belakang petugas kesehatan yang tersenyum.














