KANALBERITA.COM – Chairman Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, secara terbuka menyampaikan keresahannya terkait tren industri otomotif global yang mulai meninggalkan mesin pembakaran internal demi beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai. Ia mengungkapkan pandangan tersebut di tengah masifnya fokus produsen kendaraan dunia dalam melakukan elektrifikasi total pada Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Toyoda, fenomena di mana hampir seluruh pabrikan otomotif memprioritaskan Battery Electric Vehicle (BEV) menjadi ketakutan terbesar baginya saat ini. Cucu dari pendiri Toyota tersebut menilai bahwa mobil bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah instrumen yang memberikan pengalaman berkendara melalui suara mesin, sensasi perpindahan gigi, serta aroma khas mesin konvensional.
Toyoda juga menyoroti nasib para pekerja di sektor komponen mesin yang terancam terdampak oleh transisi drastis tersebut. “Semua orang beralih ke BEV dan itu adalah ketakutan terbesar saya karena terkadang saya merasa sendirian dalam upaya mempertahankan mesin serta pekerjaan para pemasok komponen,” ujar Toyoda, Jumat 12 Juni 2026.
Meskipun kerap dianggap sebagai pihak yang kontra terhadap elektrifikasi, Toyota sebenarnya tetap mengedepankan pendekatan multi-jalur. Perusahaan otomotif raksasa asal Jepang ini terus mengembangkan teknologi yang beragam, mencakup kendaraan hybrid, plug-in hybrid, hingga teknologi hidrogen sebagai alternatif menuju emisi rendah.
Strategi Teknologi Beragam Toyota
Strategi diversifikasi ini diambil karena Toyota meyakini setiap negara memiliki kebutuhan dan infrastruktur yang berbeda-beda dalam mencapai target pengurangan emisi. Alih-alih memaksakan satu jenis teknologi, mereka tetap konsisten mengembangkan kendaraan dengan mesin performa tinggi.
Bukti nyata komitmen tersebut terlihat dari proyek pengembangan mesin V8 twin-turbo 4.0 liter tanpa bantuan motor listrik pada model GR GT. Selain itu, perusahaan juga dikabarkan tengah mempersiapkan generasi terbaru untuk lini mobil sport ikonik mereka, yaitu Celica dan MR2. Langkah ini menegaskan bahwa bagi Toyota, masa depan otomotif tidak harus bergantung pada satu solusi teknologi saja.








