KANALBERITA.COM – Tubuh manusia sering kali memberikan sinyal peringatan berupa rasa kantuk setelah makan, perut begah, hingga kelelahan ekstrem ketika sistem metabolisme tidak berjalan dengan seimbang. Kondisi ini umumnya dialami oleh individu dengan gaya hidup kurang aktif, pola makan tidak teratur, serta mereka yang memiliki berat badan berlebih.
Ketidakseimbangan metabolisme menyebabkan tubuh tidak mampu memproses asupan nutrisi secara efisien. Hal ini memicu akumulasi makanan yang tidak tercerna dengan sempurna, sehingga berisiko meningkatkan kadar gula darah, lemak atau trigliserida, serta memicu kenaikan berat badan.
Organ hati turut terdampak saat metabolisme mengalami gangguan, di mana organ tersebut kesulitan mengubah gula, lemak, dan protein menjadi sumber energi bagi tubuh. Penurunan efisiensi ini menyebabkan proses penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi tidak optimal.
Beberapa kelompok masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki lingkar perut besar, riwayat diabetes dalam keluarga, atau kadar lemak yang tidak ideal. Deteksi dini sangat dianjurkan agar penyesuaian gaya hidup dan tindakan medis dapat segera dilakukan.
Upaya Menjaga Keseimbangan Metabolisme
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi, dr. Nenny Agustanti, Sp.PD-KGEH, menekankan bahwa akar permasalahan sering kali berasal dari pola konsumsi yang tinggi kalori dan minim aktivitas fisik. “Ditambah kurang aktivitas fisik, meningkatkan risiko gangguan metabolik yang tidak hanya memengaruhi berat badan, tapi juga membebani organ pencernaan,” ujar dr. Nenny pada Jumat, 12 Juni 2026.
Terdapat tiga langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat untuk memperbaiki kondisi metabolik dan memitigasi risiko kesehatan yang lebih serius:
- Mengatur pola makan dengan membatasi asupan gula, lemak, serta kalori kosong.
- Melakukan aktivitas fisik secara rutin dengan durasi minimal 150 menit per minggu.
- Melakukan evaluasi kesehatan secara berkala guna mendeteksi gangguan sejak dini.
Untuk mendukung pencegahan dan penanganan dini, fasilitas medis seperti Mayapada Hospital telah menyediakan layanan komprehensif bagi penderita gangguan metabolik. Layanan ini mencakup penggunaan teknologi diagnostik modern seperti FibroScan untuk kesehatan hati serta evaluasi komposisi tubuh untuk memantau indikator kesehatan secara menyeluruh.








