Otomotif

7 Kebiasaan Berkendara yang Bikin Boros Bahan Bakar

×

7 Kebiasaan Berkendara yang Bikin Boros Bahan Bakar

Sebarkan artikel ini
Gaya mengemudi dan kebiasaan pengguna ternyata memiliki dampak signifikan terhadap boros atau iritnya penggunaan BBM.

KANALBERITA.COM –  Peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan tidak semata-mata dipengaruhi oleh spesifikasi mesin. Dalam aktivitas sehari-hari, gaya mengemudi dan kebiasaan pengguna ternyata memiliki dampak signifikan terhadap boros atau iritnya penggunaan BBM. Beberapa kebiasaan ini seringkali dianggap remeh namun berpotensi menambah pengeluaran operasional kendaraan.

Kebiasaan yang Bikin Boros BBM

Perilaku mengemudi yang kurang tepat dapat secara drastis meningkatkan kebutuhan bahan bakar kendaraan Anda. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kecepatan hingga perawatan dasar kendaraan.

Salah satu kebiasaan umum yang menyebabkan pemborosan BBM adalah kecenderungan untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Saat mobil melaju lebih kencang, ia harus berjuang lebih keras untuk menembus hambatan udara, yang pada gilirannya membutuhkan lebih banyak tenaga mesin dan membakar lebih banyak BBM. Sebaliknya, mengemudi terlalu pelan dengan transmisi otomatis juga dapat membuat mesin bekerja lebih boros karena cenderung menggunakan gigi yang lebih rendah.

Selain itu, menarik gas secara tiba-tiba atau menginjak pedal gas terlalu dalam juga menjadi penyebab lain. Tindakan ini membanjiri silinder mesin dengan bahan bakar yang berlebihan, sehingga pembakarannya tidak efisien. Fenomena ini dapat diatasi sebagian dengan fitur seperti cruise control pada kendaraan modern yang membantu menjaga putaran mesin tetap stabil.

Kebiasaan mengerem secara mendadak setelah berakselerasi kencang juga sangat tidak efisien. Proses ini sama saja dengan membuang energi yang telah dikeluarkan mesin. Siklus gas dalam lalu rem mendadak ini memaksa mesin bekerja lebih keras berulang kali, yang berujung pada peningkatan konsumsi BBM yang signifikan.

Pemilihan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga dapat mengakibatkan pembakaran yang tidak sempurna. Penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, misalnya, dapat mengurangi efisiensi pembakaran. Penting untuk selalu menggunakan bahan bakar sesuai rasio kompresi mesin kendaraan Anda.

Perawatan dasar seperti tekanan ban yang tidak sesuai juga berperan besar. Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance), sehingga mesin harus bekerja ekstra keras untuk menjaga laju kendaraan. Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan adalah langkah sederhana namun efektif.

Terakhir, membawa beban berlebih di dalam kendaraan atau di roof rack secara terus-menerus juga menambah beban kerja mesin. Kendaraan memerlukan tenaga ekstra untuk bergerak ketika membawa muatan yang berat, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan konsumsi bahan bakar.

Example 300x600