KANALBERITA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik) sebagai inovasi untuk memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengembangan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Saat paket MBG diterima, mereka dapat segera memberikan penilaian melalui berbagai parameter yang telah terintegrasi dalam sistem. Parameter penilaian mencakup ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, hingga variasi menu yang disajikan, sehingga evaluasi kualitas dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Data terbaru dari Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026, menunjukkan 1.707 laporan telah masuk. Dari jumlah tersebut, 1.705 laporan (99,88%) menyatakan makanan layak konsumsi, dengan hanya dua laporan yang menyatakan sebaliknya.
Reviu Menu MBG Dorong Keterlibatan Penerima Manfaat
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan bagian dari upaya sistemik untuk mencegah kejadian menonjol dalam pelaksanaan MBG. Pengawasan tidak hanya bersifat internal melalui peningkatan kesadaran pelaksana program, tetapi juga diperkuat dengan kontrol eksternal yang melibatkan penerima manfaat.
“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony Sanjaya dalam keterangannya pada Senin, 25 Mei 2026.
Selain itu, data menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95% (1.672 laporan) yang diterima tepat waktu atau lebih awal, dengan hanya 35 laporan keterlambatan. Aspek kualitas sensorik seperti aroma dinilai layak pada 1.702 laporan (99,71%), tampilan makanan dinilai layak pada 1.697 laporan (99,41%), dan rasa makanan dinilai normal serta dapat diterima pada 1.688 laporan (98,89%).













