Nasional

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Picu Kenaikan Harga Pangan di Jakarta

×

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Picu Kenaikan Harga Pangan di Jakarta

Sebarkan artikel ini

KANALBERITA.COM – Para pekerja di kawasan perkantoran Jakarta mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan pokok dan biaya makan siang setelah nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh angka Rp17.855 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (2/6/2026). Dampak dari depresiasi mata uang ini mulai merambah ke sektor konsumsi harian yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap penurunan daya beli.

Kondisi ini sangat terasa di berbagai warung makan di ibu kota yang menjadi tumpuan para karyawan saat jam istirahat siang. Meski banyak pekerja tidak memahami teknis pasar valuta asing secara mendalam, mereka merasakan dampak nyata berupa kenaikan harga menu makanan yang terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.

Rudi, seorang karyawan administrasi swasta di Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa pengeluaran untuk makan siang saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “Sebelumnya Rp20 ribu masih dapat nasi, ayam, sama es teh. Sekarang kalau mau menu yang sama bisa Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Memang tidak langsung terasa karena rupiah, tapi ujung-ujungnya harga barang naik semua,” katanya saat ditemui di sebuah rumah makan sederhana.

Senada dengan Rudi, seorang pekerja ritel bernama Nita kini lebih memilih untuk membawa bekal dari rumah demi menghemat biaya operasional harian. “Sekarang saya lebih sering masak sendiri. Kalau beli makan siang setiap hari lumayan berat. Belanja bulanan juga naik, terutama minyak goreng, telur, dan kebutuhan dapur lainnya. Jadi makan di kantin begini sesekali aja,” ujarnya.

Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Sektor Industri dan Keamanan Kerja

Selain persoalan biaya hidup, pelemahan nilai tukar ini juga memicu kecemasan di kalangan pekerja sektor manufaktur yang sangat bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan beban operasional perusahaan dikhawatirkan akan memaksa manajemen mengambil langkah efisiensi yang berisiko pada kelangsungan pekerjaan para karyawan.

Andri, seorang karyawan di perusahaan manufaktur, mengaku mulai waswas dengan tren penguatan dolar AS yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. “Kalau dolar naik terus, biaya produksi perusahaan pasti ikut naik. Yang ditakutkan bukan cuma harga barang, tapi kalau perusahaan mulai mengurangi biaya operasional atau bahkan ada pengurangan karyawan,” tuturnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang, para pekerja sangat berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Harapan besar tertumpu pada kebijakan yang dapat memperkuat nilai tukar rupiah agar tekanan inflasi tidak semakin menggerus penghasilan masyarakat kelas pekerja yang jumlahnya tetap stabil namun pengeluarannya terus membengkak.

Example 300x600