Website pendataan dan monitoring habitat penyu ini terhubung dengan data pasang surut real-time serta Halaman Publik yang bisa diakses siapa saja tanpa perlu mendaftar akun
KANALBERITA.COM – Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja di Pantai Sodong, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, kini memiliki sistem digital bernama Rescue Portal untuk mendukung kegiatan pelestarian penyu yang selama ini mereka jalankan secara swadaya.
Sistem berbasis website ini dikembangkan oleh tim dosen dan mahasiswa Telkom University Kampus Purwokerto melalui program pengabdian kepada masyarakat, dan mulai digunakan sejak pelatihan perdana pada pertengahan April 2026.
Ketua tim pengabdian, Ariq Cahya Wardhana, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa selama ini pencatatan data konservasi seperti jumlah sarang, telur, dan tukik yang menetas masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan. Kondisi ini membuat data rawan hilang, rusak, dan sulit direkap untuk keperluan laporan maupun evaluasi tahunan.
“Selama ini kalau mau tahu tren keberhasilan penetasan dari tahun ke tahun, pengelola harus membuka ulang catatan lama satu per satu. Itu yang ingin kami bantu selesaikan lewat sistem ini,” ujar Ariq dalam keterangan tertulis kepada KanalBerita.com, Rabu (15/7/2026)
Rescue Portal terdiri atas dua bagian utama. Bagian pertama adalah dashboard admin internal yang digunakan pengelola dan relawan untuk mencatat aktivitas patroli, hasil temuan sarang, hingga kondisi risiko lingkungan sekitar sarang. Bagian kedua adalah Halaman Publik Stasiun yang dapat diakses siapa saja melalui domain penyunagaraja.org, tanpa perlu mendaftar akun.
Beberapa fitur utama yang tersedia di antaranya Marine Monitor yang menampilkan kondisi pasang surut dan cuaca laut secara real-time melalui integrasi data pihak ketiga, Analytical Reports yang menilai tingkat risiko setiap temuan sarang berdasarkan kondisi lapangan, Logbook Kegiatan untuk mencatat aktivitas patroli dengan alur verifikasi oleh admin, serta fitur Manajemen Wisata dan Berita untuk mendukung edukasi dan kunjungan wisata konservasi.
Selain Ariq, tim pengabdian ini turut beranggotakan dosen Rifki Adhitama, S.Kom., M.Kom., Dodi Zulherman, S.T., M.T., Ph.D., dan Arif Amrulloh, S.Kom., M.Kom. Tim juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Telkom University Kampus Purwokerto, yaitu Satria Ramadhan, Kevin Jonson, Aulia Ahmad Ghaus Adzam, Kelvin Ferdinan, dan Ghaza Zidane Nurraihan, yang berperan aktif dalam pengembangan sistem hingga pendampingan pelatihan di lapangan.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, Jumawan, menyambut baik hadirnya sistem ini. “Dulu semua kami catat di buku, sekarang bisa langsung lewat website, jadi lebih rapi dan gampang dicek kapan saja. Masyarakat juga bisa lihat langsung kondisi pantai dan kegiatan kami lewat halaman publiknya,” katanya.
Program pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, di mana anggota kelompok dilibatkan sejak tahap identifikasi kebutuhan hingga pelatihan dan pendampingan. Pelatihan penggunaan sistem dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, dilanjutkan dengan pendampingan lapangan pada Kamis, 30 April 2026, di lokasi konservasi Pantai Sodong.
Pantai Sodong tercatat memiliki tingkat keberhasilan penetasan telur penyu sekitar 80 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat keberhasilan alami di habitat terbuka. Dengan sistem pendataan yang lebih rapi melalui Analytical Reports, capaian tersebut diharapkan dapat dipantau dan dianalisis trennya secara lebih akurat dari waktu ke waktu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat skema Teknologi Tepat Guna Telkom University tahun 2026, dan diharapkan dapat mendorong penguatan kelembagaan serta literasi digital mitra, sehingga mendukung keberlanjutan konservasi penyu berbasis komunitas di pesisir selatan Jawa Tengah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan konservasi, masyarakat dapat mengunjungi laman penyunagaraja.org.














