KANALBERITA.COM – Seorang peneliti keamanan siber mengungkap adanya celah kerentanan berbahaya pada Microsoft 365 Copilot yang memungkinkan instruksi tersembunyi dalam dokumen Word memicu manipulasi data secara otomatis. Teknik yang dikenal sebagai injeksi prompt lintas domain ini dapat menyebar secara mandiri melalui alur kerja internal pengguna tanpa memerlukan malware atau kode eksekusi.
Celah ini ditemukan oleh Håkon Måløy, seorang ilmuwan data, yang melaporkan temuan tersebut kepada Microsoft pada 6 Maret 2026. Penyerang dapat menyematkan instruksi berbahaya menggunakan teks berwarna putih yang tidak terlihat oleh mata manusia, namun tetap dapat dibaca oleh kecerdasan buatan (AI) saat dokumen diolah.
Ketika Copilot mengakses dokumen tersebut, instruksi tersembunyi tersebut akan memaksa sistem untuk memodifikasi isi dokumen yang sedang disusun. Lebih buruk lagi, sistem akan menyisipkan kembali perintah berbahaya tersebut ke dalam dokumen baru, sehingga setiap dokumen yang dihasilkan oleh Copilot akan menjadi pembawa atau penyebar celah keamanan bagi pengguna berikutnya.
Meskipun Microsoft telah mencoba memberikan beberapa mitigasi selama 144 hari masa pengungkapan, peneliti menyebut bahwa celah ini masih dapat direplikasi. Måløy menyatakan bahwa masalah mendasar ini terjadi karena AI harus memproses konten yang tidak tepercaya guna menentukan relevansinya, namun konten tersebut justru berada dalam ruang konteks yang sama dengan perintah sistem. “Konten yang sedang diperiksa justru ikut berpartisipasi dalam tindakan pemeriksaan tersebut,” ujar Måløy saat menjelaskan celah keamanan tersebut pada 1 Agustus 2026.
Langkah Mitigasi Pengguna
Dalam merespons laporan tersebut, pihak Microsoft menyatakan telah melakukan strategi pertahanan mendalam dengan berbagai pengamanan guna memblokir instruksi berbahaya. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat sistem seiring dengan perkembangan teknologi dan lanskap ancaman yang ada.
Hingga solusi permanen tersedia, terdapat beberapa rekomendasi bagi pengguna untuk meminimalisir risiko:
- Memperlakukan dokumen dari sumber eksternal sebagai konten yang tidak tepercaya saat menggunakan Copilot.
- Melakukan peninjauan mendalam pada setiap lampiran sebelum memulai penyusunan draf dengan bantuan AI.
- Memeriksa hasil output dari Copilot secara teliti sebelum membagikan atau menggunakan kembali dokumen tersebut.
- Mempertimbangkan penggunaan metadata asal-usul untuk melacak sumber materi dan suntingan yang dilakukan oleh model AI.
Wartawan senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di media nasional KOMPAS.COM








