Regional

Kesbangpol Bersama Forkopimda Kota Bandung Komitmen Jaga Kondusifitas Jelang Asyuro’ Syi’ah

×

Kesbangpol Bersama Forkopimda Kota Bandung Komitmen Jaga Kondusifitas Jelang Asyuro’ Syi’ah

Sebarkan artikel ini
Kesbangpol Kota Bandung
Foto: Jul

BANDUNG, Kanal Berita – –  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung pada hari Rabu (17/06/2026) bertempat di aula Bhinneka Tunggal Ika Balaikota Pemkot Bandung Jln. Watukencana menggelar silaturahmi dan audiensi bersama dengan Forkopimda Kota Bandung. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Paguyuban Pengawal NKRI (PPNKRI). PPNKRI adalah aliansi yang terbentuk dari gabungan ormas Islam dan harokah yang aktif menyikapi aliran sesat dan kegiatan yang dapat mengancam NKRI.

 

Forkopimda yang hadir dalam kegiatan diatas diantaranya dari Polrestabes Kota Bandung, Kodim Kota Bandung, Kemenag Kota Bandung dan Kanwil Jabar, BINDA Jabar, Bakesbangpol Jabar, FKUB Kota Bandung, dan unsur lainnya. Dalam audiensi dan silaturahmi ini masing-masing pihak mengingatkan akan pentingnya bahaya paham sesat syiah dan sekteriannya.

 

Tatang selaku perwakilan dari Kesbangpol kota Bandung menyampaikan bahwa pentingnya menjaga kondusifitas Kota Bandung. Tatang menekankan agar semua pihak dan unsur untuk terus komunikasi dan koordinasi dalam menjaga kota Bandung yang kondusif dan menghindari segala potensi gesekan.

 

“Saya berharap semua pihak baik dari pihak ABI dan IJABI (Syi’ah) dan juga dari PPNKRI serta kita semua dari unsur Forkopimda menjaga kondusifitas Kota Bandung. Saling menjaga dan berkoordinasi agar terhindar dari segala bentuk dan potensi gesekan,”ajaknya.

 

Sementara KH Roinul Balad selaku perwakilan dari PPNKRI menyampaikan tentang bahaya dan potensi syiah terhadap keutuhan NKRI.

 

“Kesesatan Syiah diantaranya yang paling menonjol yang dapat mengancam keutuhan NKRI adalah mereka punya tambahan rukun Islam yakni Al Wilayah yakni semua wilayah yang ada Syi’ahnya harus pemimpinnya dari kalangan mereka. Jadi ketika Syiah dominan dalam suatu wilayah misalnya seperti pada revolusi syiah Iran, Houthi Yaman dan Hzbullah di lebanon maka mereka akan meberontak untuk kudeta kekuasaan karena mereka berprinsip bahwa penguasanya harus dari kalangan mereka. Hal inilah yang dapat mengancam Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai, nauzubillah,” ungkap KH Roin dengan tegas.

KH Roinul Balad juga menyampaikan bahwa penolakan masyarakat muslim di Jawa Barat terhadap syiah, khususnya dengan perayaan Asyuro kaum Syiah yang di bulan Muharram, itu sangat berlandaskan dan beralasan yang jelas.

“Pertama, ada buku yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang merupakan buku panduan resmi berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia“. Buku ini disusun untuk memandu umat Muslim memahami perbedaan pokok antara ajaran Syi’ah dan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta mensosialisasikan fatwa-fatwa terkait. Yang kedua, adanya buku yang ditulis oleh Dr. Abdullah Khair Ramadan, yang berjudul “Syiah, Menurut Tinjauan Buku Syiah, Ancaman Nyata Bagi NKRI”. Jadi, prinsipnya penolakan ini bukan hanya sebatas masalah akidah Islam, tapi juga merupakan upaya dari masyarakat Indonesia untuk memelihara keutuhan NKRI ini. Karena jelas, Syiah itu salah satu yang sering menggembar-gembarkan permusuhan, takfiri, sehingga menimbulkan perpecahan di Masyarakat,” terang KH Roin.

 

KH Roin menambahkan bahwa beredarnya video dua orang pemuda syi’ah yang diketahui bernama Doni dan Syubbair Haydar yang keduanya jelas melaknat sahabat Nabi Saw khususnya Sayyidina Abu Bakar dipideokan, kemudian disebar. Ini menjadi salah satu bukti bahwa memang demikian kelakuan, sifat dan karakter asli pengikut ajaran Syiah yang melaknat para sahabat Nabi Saw, dimana bagi kaum Muslimin justru sangat dimuliakan.

 

“Ini sebetulnya kan bisa jadi adalah indikasi memang sikap resimnya seperti itu, syiah itu. Di mana-mana. Jadi wajar kalau masyarakat muslim di Jawa Barat itu menolak untuk perayaan-perayaan Asyuro syiah di Bandung, Raya, Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya,”imbuh KH Roin.

 

Untuk itu KH Roin meminta kepada aparat untuk tegas kepada organisasi yang takfiri ini, yang mengkafirkan selain syiah. Banyaklah pernyataan mereka di sosial media seolah-olah membela diri, tapi faktanya tidak bisa dipungkiri. Jejak digitalnya jelas, pengkhianat, penolak, penistaan terhadap para sahabat itu tidak bisa dipungkiri.

 

“Sampai sekarang masih ada video-video itu kan. Apalagi kalau kita lihat video di luar negeri itu kan, dasar gitu kan. Kalau yang di luar negeri itu lebih kasar lagi hingga melukai badan sendiri,” jelas KH Roin.

 

Untuk itu dari PPNKRI berharap, semua stakeholder yang ada di Bandung, Raya, Jawa Barat, dan seluruh Indonesia agar menindak tegas kegiatan Asyuro Syiah. Untuk supaya mereka tidak melaksanakan Asyuro Syiah, yang secara masif mengajak jamaahnya yang dari luar untuk datang ke Bandung.

 

“Karena kalau mereka datang ke Bandung, ini nampaknya akan menjadi presiden buruk. Karena masyarakat Islam Sunni di Jawa Barat juga tidak akan tinggal diam,”pungkas KH Roin.

 

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam tersebut menyepakati bahwa kegiatan asyuro Syiah di kota Bandung akan dipantau bersama. Jika ada pergerakan dan potensi pelanggaran hukum maka akan ditindak sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. PPNKRI juga menyerahkan buku yang dikeluarkan oleh MUI yang berisi tentang kesesatan dan penyimpangan Syi’ah. Buku tersebut diharapkan untuk disebar luaskan oleh penyuluh agama Kemenag kota Banndung. [ Jul ]

Example 300x600