Otomotif

Harga Mulai Rp134 Jutaan, Dongfeng Nami 01 Berpotensi Guncang Pasar EV

×

Harga Mulai Rp134 Jutaan, Dongfeng Nami 01 Berpotensi Guncang Pasar EV

Sebarkan artikel ini
Dongfeng Nami
Dongfeng Nami 01 siap menggebrak pasar mobil listrik

KANALBERITA.COM – Persaingan mobil listrik di segmen entry level semakin sengit. Setelah sejumlah model kendaraan listrik berharga terjangkau menarik perhatian konsumen, produsen otomotif asal China, Dongfeng, mulai memperlihatkan ambisinya melalui Dongfeng Nami 01 EV.

Mobil listrik perkotaan tersebut menawarkan kombinasi desain modern, fitur yang cukup lengkap, serta pilihan baterai dengan jarak tempuh hingga 430 kilometer berdasarkan standar CLTC. Dengan banderol yang kompetitif di pasar China, Nami 01 berpotensi menjadi salah satu penantang baru apabila dipasarkan di Indonesia.

Secara desain, Nami 01 dirancang sebagai mobil perkotaan yang kompak. Mobil ini memiliki panjang sekitar 4.020-4.030 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.660 mm. Dimensi tersebut membuatnya relatif ideal untuk kebutuhan mobilitas di perkotaan dengan kondisi jalan yang padat.

Desain eksteriornya mengusung bentuk membulat dengan karakter modern. Bagian depan dilengkapi lampu utama model split dan daytime running light (DRL) memanjang. Seperti mobil listrik pada umumnya, bagian grille dibuat tertutup, sementara area bawahnya menggunakan intake udara berwarna hitam.

Pada beberapa varian, Dongfeng memberikan sejumlah detail yang membuat tampilan Nami 01 lebih menarik, seperti floating roof effect, handle pintu tersembunyi, pelek berukuran 16 atau 17 inci, hingga pintu frameless. Pilihan warna dual-tone seperti hijau-putih, ungu-putih, merah-putih dan pink-putih juga memperkuat karakter Nami 01 sebagai mobil listrik perkotaan yang menyasar konsumen muda.

Masuk ke dalam kabin, Nami 01 mengusung konsep minimalis tetapi tetap fungsional. Dashboard dilengkapi layar infotainment floating berukuran 12,8 inci dan panel instrumen digital 5 inci.

Sistem infotainment mendukung perintah suara, konektivitas smartphone, pembaruan perangkat lunak melalui jaringan atau over-the-air (OTA), serta remote control melalui aplikasi. Ruang kabin juga diklaim cukup lega untuk kelasnya berkat wheelbase yang relatif panjang.

Fitur kenyamanan turut menjadi salah satu daya tarik. Pada varian tertentu, kursi depan dapat diatur secara elektrik dengan fungsi memori. Kursi belakang dapat dilipat rata sehingga kapasitas bagasi meningkat dari 326 liter menjadi 945 liter.

Nami 01 juga dibekali fitur praktis seperti wireless charging, ambient lighting, serta sejumlah teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Dari sisi performa, mobil ini menggunakan motor listrik permanent magnet synchronous di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga 70 kW atau sekitar 95 horsepower dengan torsi maksimum 160 Nm. Kecepatan maksimumnya mencapai 140 km per jam.

Dongfeng menyediakan dua pilihan baterai. Varian pertama menggunakan baterai berkapasitas 31,45 kWh dengan jarak tempuh hingga 330 kilometer berdasarkan standar CLTC. Sementara varian dengan baterai 42,3 kWh mampu menempuh hingga 430 kilometer.

Pengisian cepat DC memungkinkan baterai diisi dari 30 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Mobil ini juga mendukung teknologi Vehicle-to-Load (V2L), sehingga baterai dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal.

Daya tarik terbesar Nami 01 terletak pada harganya. Saat pertama diluncurkan di China pada 2024, harganya berada di kisaran 74.800-104.800 yuan. Pada model 2026, harga disebut semakin kompetitif, mulai dari sekitar 59.800 yuan atau setara Rp134 jutaan untuk varian entry level.

Hingga kini Nami 01 belum resmi dipasarkan di Indonesia. Namun, peluang kehadirannya tetap terbuka. Dongfeng telah memperluas aktivitasnya di sejumlah negara Asia dan ASEAN, sementara Nami 01 juga dipasarkan dengan nama Dongfeng Box di beberapa negara.

Jika masuk ke Indonesia, Nami 01 berpotensi berhadapan langsung dengan sejumlah mobil listrik murah di kelas city car. Harga setelah pajak, jaringan servis, serta ketersediaan suku cadang akan menjadi faktor penting yang menentukan daya saingnya.

Di tengah pertumbuhan kendaraan listrik dan pembangunan infrastruktur pengisian daya di Indonesia, kehadiran model dengan harga kompetitif seperti Nami 01 berpotensi memperketat persaingan sekaligus memperluas pilihan konsumen.

Jika strategi harga dan dukungan purnajual dapat disiapkan secara tepat, Nami 01 bukan sekadar pendatang baru, tetapi berpeluang menjadi salah satu pengubah peta persaingan mobil listrik entry level di pasar Indonesia.

Example 300x600