Bisnis

Mayoritas Tenaga Kerja Indonesia Masih Bekerja di Sektor Informal

×

Mayoritas Tenaga Kerja Indonesia Masih Bekerja di Sektor Informal

Sebarkan artikel ini

KANALBERITA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan sebanyak 58 persen tenaga kerja di Indonesia saat ini masih menggantungkan hidup pada sektor informal berdasarkan kajian Outlook Ketenagakerjaan 2026. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan transformasi pasar kerja agar tercipta lapangan pekerjaan yang lebih produktif dan berkualitas.

Anwar Sanusi selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker menjelaskan bahwa fenomena ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk segera melakukan pembenahan. Meski demikian, kehadiran platform digital di masa kini telah membantu membuka berbagai peluang kerja baru di sektor tersebut.

Hanya saja, pergeseran ke arah ekonomi digital ini turut menghadirkan tantangan baru, terutama terkait regulasi hubungan kerja, perlindungan sosial bagi pekerja, serta penyesuaian aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Di sisi lain, isu kesenjangan kompetensi atau skill mismatch masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tanah air.

Kajian tersebut mencatat baru sekitar 50 persen tenaga kerja yang memiliki literasi digital tingkat dasar hingga menengah. Padahal, standar industri saat ini membutuhkan lebih dari 80 persen tenaga kerja dengan kecakapan digital yang mumpuni.

Strategi Mengatasi Tantangan Kompetensi

Guna menghadapi tantangan tersebut, pemerintah terus menggencarkan sistem pengembangan kompetensi melalui strategi link and match antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan sektor industri. Upaya ini dilakukan dengan merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) serta melakukan harmonisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Anwar Sanusi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci utama dalam merespons transformasi ekonomi. “Penguatan kompetensi tenaga kerja, peningkatan relevansi pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dari transformasi ekonomi dan teknologi,” ujar Anwar pada Senin, 22 Juni 2026.

Example 300x600