KANALBERITA.COM – Perhelatan World Humanoid Robot Games 2026 yang berlangsung di Beijing, Tiongkok, mencatatkan sejarah baru setelah sejumlah robot humanoid berhasil memecahkan rekor dunia manusia dalam cabang olahraga lari 100 meter dan lompat tinggi. Keberhasilan teknologi ini didorong oleh peningkatan kemampuan jaringan dan integrasi kecerdasan buatan (AI) berbasis komputasi awan yang jauh lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam kompetisi lari 100 meter, robot mampu mencatatkan waktu 9,39 detik, melampaui rekor tercepat manusia yakni 9,58 detik yang dipegang oleh Usain Bolt. Sementara pada cabang lompat tinggi, salah satu robot humanoid sukses melewati mistar setinggi 2,88 meter, mengungguli rekor dunia milik Javier Sotomayor yang berada di angka 2,45 meter. Perkembangan ini tergolong pesat mengingat pada tahun 2025, robot serupa hanya mampu mencapai ketinggian lompatan 0,95 meter.
Ajang yang berlangsung selama lima hari ini mempertandingkan 51 disiplin ilmu yang mencakup sektor olahraga seperti tenis, tenis meja, dan kickboxing. Selain kompetisi atletik, pihak penyelenggara juga memasukkan pengujian praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, logistik, dan layanan perhotelan untuk menguji ketahanan serta kecerdasan robot di lingkungan nyata.
Meski performa lari dan lompatan robot menunjukkan kemajuan signifikan, para insinyur masih menghadapi kendala besar dalam sistem pengereman. Beberapa unit robot terlihat kehilangan kendali dan menabrak pembatas pengaman karena gagal memperlambat laju secara presisi saat mencapai garis finis.
Tantangan Teknis Pengereman Robot
Mengelola pergerakan robot pada kecepatan tinggi membutuhkan kalkulasi yang sangat kompleks untuk menjaga keseimbangan dan membuang energi kinetik secara instan. Saat ini, mekanisme perpindahan kondisi dari berlari menuju berhenti masih menjadi beban berat bagi sistem AI yang tertanam pada perangkat tersebut.
Bagi para penonton yang hadir, kemampuan mesin untuk meniru gerak tubuh manusia ini dinilai sebagai pencapaian teknologi yang memukau. “Olahraga ini adalah hal yang wajar bagi manusia, namun kini robot mampu melakukannya dan saya merasa ini sangat luar biasa,” ujar Yang Shangzheng selaku penonton saat memberikan komentarnya pada 24 Agustus 2026.
Wartawan senior yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di media nasional KOMPAS.COM








