HeadlineInternasional

Al-Aqsa Dikunci 16 Hari, FUUI: Indonesia di Board of Peace Hanya Jadi Pelayan Ambisi Trump dan Israel

×

Al-Aqsa Dikunci 16 Hari, FUUI: Indonesia di Board of Peace Hanya Jadi Pelayan Ambisi Trump dan Israel

Sebarkan artikel ini
Masjid Al Aqsa
Kawasan Masjid Al Aqsa di Palestina yang masih ditutup Israel ( Foto: dok. Al Jazeera)

BANDUNG, Kanal Berita – – Di tengah kesucian bulan Ramadan 1447 H, umat Muslim di seluruh dunia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: Israel terus memberlakukan penutupan akses menuju Masjid Al-Aqsa, salah satu tempat paling suci dalam Islam. Penutupan yang telah berlangsung selama 16 hari berturut-turut tersebut secara langsung memutus hak jutaan Muslim untuk melaksanakan ibadah salat di sana, dan memantik gelombang kecaman keras dari berbagai penjuru dunia. Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) pun turut angkat suara, dan menjadikan peristiwa ini sebagai bukti nyata kegagalan Board of Peace (BoP) yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 

BoP Dinilai Tak Beri Manfaat bagi Palestina dan Umat Islam

Ketua FUUI, KH Athian Ali M. Da’i, Lc, MA, menegaskan bahwa eksistensi Board of Peace yang digagas Trump telah terbukti nihil manfaatnya bagi Palestina dan umat Islam secara keseluruhan. Lebih dari itu, peristiwa penutupan Al-Aqsa ini sekaligus mempertegas bahwa keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut tidak menghasilkan pengaruh apa pun terhadap kebijakan Amerika Serikat maupun Israel, yang notabene sama-sama duduk di dalam BoP.

 

“Sejak awal kita sudah mengingatkan bahwa keberadaan Indonesia di BoP itu tidak lebih dari sekedar kacung saja. Hanya pelayan untuk melayani ambisi Trump dan Israel untuk bisa lebih leluasa menguasai negara Palestina dan melanjutkan penjajahan mereka,” tegas KH Athian

 

KH Athian menyebut predikat ‘kacung BoP’ yang selama ini ia lantangkan kini terbukti bukan sekadar retorika. Menurutnya, konstruksi forum itu sendiri sudah cacat sejak awal: seluruh mekanisme pengambilan keputusan di dalam BoP ada sepenuhnya di tangan Trump, tanpa ruang bantahan bagi anggota lain, termasuk Indonesia. Tidak diikutsertakannya Palestina sebagai anggota forum ini pun, tambah KH Athian, semakin membuka kedok bahwa BoP sama sekali tidak dirancang untuk mengurus kemaslahatan rakyat Palestina.

 

“Tidak dimasukkannya Palestina dalam BoP juga semakin meyakinkan kita bahwa memang ini tidak ada maksud untuk kemaslahatan dan kemerdekaan bangsa Palestina. Lalu, sejak kapan Amerika (Trump) pernah berniat untuk kemaslahatan dan kemerdekaan Palestina? Kapan Amerika punya kepentingan dan niat baik  bagi kemerdekaan Palestina? Selama ini semua yang dilakukan hanya untuk kepentingan Amerika dan Israel,”terang  KH Athian

KH Athian Ali
Ketua Umum Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH.Athian Ali,M.Dai ( foto: dok.pribadi)

MUI Diapresisasi, Penutupan Al-Aqsa Disebut Pelanggaran HAM Berat

KH Athian turut mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dalam poin ke-7 tausiahnya secara tegas menyatakan ketidakrelevanan BoP, dengan alasan forum tersebut dinilai mengabaikan berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel. Bagi KH Athian, penilaian MUI itu tepat sasaran dan selaras dengan fakta di lapangan.

 

“Dimana dalam poin tersebut disebutkan: Ketidakkonsistenan BoP: BoP dinilai tidak relevan karena dianggap mengabaikan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Israel. Ini jelas apa yang dilakukan Israel dengan menutup tempat ibadah yakni Masjid Al-Aqsa adalah pelanggaran HAM berat,” ungkap KH Athian

 

Rencana Pengiriman TNI ke Gaza Dinilai Berbahaya dan Jebakan Politik

Di luar isu Al-Aqsa dan BoP, KH Athian juga mengeluarkan peringatan keras terkait wacana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina. Ia menyoroti salah satu klausul dalam mandat pasukan tersebut yang mensyaratkan perlucutan senjata para pejuang Hamas. Bagi KH Athian, misi semacam itu bukan hanya kontraproduktif, melainkan berpotensi memposisikan TNI sebagai alat kepentingan asing yang akan dibenturkan langsung dengan sesama Muslim.

 

“Saya yakin betul kalau TNI sampai ke Gaza maka akan terjadi perang dengan Hamas. Hamas dipastikan tidak akan menyerahkan senjata mereka. Kecuali mereka akan serahkan nyawa. Jadi kalau ini sampai terjadi, luar biasa itu. Negara Indonesia sudah benar-benar terjajah secara politik oleh Amerika dan Israel,” tegas KH Athian.

 

Oleh karenanya, KH Athian menegaskan bahwa satu-satunya langkah yang dapat menyelamatkan Indonesia dari jebakan politik ini adalah dengan segera menarik diri dari Board of Peace. Ia meyakini bahwa skenario Amerika dan Israel sejatinya memang diarahkan untuk membenturkan TNI dengan Hamas, demi kepentingan yang sama sekali tidak bersinggungan dengan kemaslahaatan umat Islam.

 

“Ini akan semakin menyedihkan. Demi untuk mengabdi kepada ambisi Trump dan Israel, kita harus mengorbankan TNI. Kita mengorbankan konstitusi, mengorbankan prinsip kita dalam hidup berbangsa dan bernegara,” pungkas KH Athian Ali.

 

Pernyataan-pernyataan keras FUUI ini kembali menegaskan bahwa desakan kepada pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace terus menguat dari kalangan ulama dan ormas Islam. Penutupan Masjid Al-Aqsa selama Ramadan bukan sekadar insiden geopolitik biasa — ia telah menjadi cermin yang memantulkan dengan jelas seberapa dalam Indonesia telah terseret ke dalam orbit kepentingan Amerika dan Israel, dan seberapa mendesak kebutuhan untuk meluruskan kembali arah haluan diplomasi bangsa sesuai amanat konstitusi.[ ]

Example 300x600
Khutbah Jumat
Headline

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA* *penulis adalah mubligh, penulis serta pengasuh pesantren di Banten Khutbah Pertama:    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَكْمَلَ لَنَا الدِّيْنَ وَتَمَّمَ عَلَيْنَا النِّعْمَةَ وَجَعَلَ…