KANALBERITA.COM – Hyundai Motor Group memperkuat posisinya dalam industri energi bersih dengan memamerkan ekosistem hidrogen terintegrasi melalui merek HTWO pada ajang World Hydrogen Summit 2026 di Rotterdam, Belanda. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas penerapan teknologi fuel cell melampaui sektor otomotif guna menciptakan sistem energi masa depan yang lebih tangguh.
Pabrikan asal Korea Selatan tersebut menampilkan all-new NEXO sebagai representasi generasi terbaru Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Selain unit kendaraan, Hyundai juga memperkenalkan sistem infrastruktur produksi energi serta penggunaan hidrogen untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik stasioner.
Platform HTWO yang diusung menjadi bukti keseriusan Hyundai dalam membangun rantai nilai hidrogen secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu menjawab tantangan mobilitas ramah lingkungan yang selama ini didominasi oleh kendaraan listrik berbasis baterai.
Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada pasar Asia, tetapi juga mulai merambah ke wilayah Eropa dengan mengandalkan teknologi yang telah teruji. Perusahaan berupaya menjadi mitra kunci dalam transformasi energi global melalui penyediaan solusi hidrogen yang siap diaplikasikan segera.
Visi Global Ekosistem Hidrogen Hyundai
CEO Hyundai Energy & Hydrogen Europe, Mark Freymüller, menyatakan bahwa hidrogen memegang peranan krusial untuk menciptakan mobilitas bersih dan mendukung stabilitas sistem energi.
“Kami ingin menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam pengembangan hidrogen di Eropa. Kami melihat hidrogen sebagai pendorong utama bagi mobilitas yang lebih bersih, sistem energi yang lebih tangguh, serta peluang industri baru,” ujarnya pada Kamis 4 Juni 2026.
Meski secara teknis mobil hidrogen dan mobil listrik sama-sama menggunakan motor listrik tanpa emisi, Hyundai optimis bahwa hidrogen memiliki keunggulan tersendiri dalam jangka panjang. Pengalaman panjang yang telah dibangun di Korea Selatan menjadi modal utama bagi perusahaan untuk mempercepat transisi energi di berbagai belahan dunia.








