KANALBERITA – Mahasiswa peminatan Promosi Kesehatan dari Program Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) menyelenggarakan kegiatan pengabdian dan sosialisasi bertajuk “Edukasi Bahaya Rokok melalui Media Pembelajaran Interaktif Roda Putar (Spin of Wheel)” di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Tebing Tinggi, Sumatra Utara, pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan inovatif ini diinisiasi sebagai langkah nyata mengimplementasikan peran promosi kesehatan di lingkungan sekolah, khususnya memproteksi generasi muda dari ancaman ketergantungan rokok sejak dini. Tim sosialisasi ini beranggotakan empat mahasiswa berprestasi, yaitu Monika Enjelita Manalu, S.K.M., Vany Silvia Sabillah, S.K.M., Refli Tiarma Ariani Panggabean, S.T., dan Sharima Chairunnisa Lubis S.Kep., Ners. Pelaksanaan edukasi lapangan ini dibimbing dan didampingi langsung oleh dosen pakar FKM USU, Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi, M.K.M.
Inovasi Edukasi dengan Metode Interaktif
Berbeda dengan penyuluhan konvensional yang cenderung satu arah, tim mahasiswa Magister FKM USU memanfaatkan media kreatif berupa roda putar (Spin of Wheel) untuk menarik atensi para siswa. Setiap sektor pada roda putar tersebut berisi pertanyaan, mitos atau fakta seputar rokok, serta tantangan edukatif yang harus dijawab oleh perwakilan siswa yang memutarnya.
Melalui pendekatan ini, para siswa diajak berdialog secara kasual namun esensial mengenai kandungan zat berbahaya dalam rokok, dampak buruk merokok terhadap kesehatan organ tubuh, kerugian ekonomi, hingga taktik psikologis untuk menolak ajakan merokok dari lingkungan pergaulan.
“Kami menyadari bahwa remaja usia SMP berada pada fase pencarian jati diri yang sangat rentan terhadap pengaruh sejawat, termasuk mencoba merokok. Dengan media Spin of Wheel ini, atmosfer belajar menjadi seru dan tidak menggurui, sehingga pesan-pesan preventif mengenai bahaya rokok dapat meresap lebih dalam ke dalam kesadaran mereka,”ungkap Monika Enjelita Manalu, Perwakilan Tim Mahasiswa dalam keterangan tertulis kepada KanalBerita.com, Jumat (5/6/2026)
Selain permainan interaktif, kegiatan juga diisi dengan penayangan video visualisasi dampak klinis rokok, pembagian pamflet informatif, serta penempelan poster edukasi di area strategis sekolah sebagai sarana pengingat berkelanjutan bagi seluruh warga institusi.
Apresiasi Penuh dari Pihak Sekolah
Kepala SMP Negeri 9 Tebing Tinggi, Bapak Rahmadsyah Putra, S.Pdi., hadir secara langsung dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan pengabdian yang dilakukan oleh civitas akademika Magister FKM USU. Menurut beliau, edukasi ini menjadi penguat dalam agenda pembentukan karakter siswa yang sehat dan berakhlak mulia.
“Kehadiran para mahasiswa Magister FKM USU membawa energi positif baru bagi anak-anak didik kami. Masalah rokok di usia remaja adalah tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama. Metode roda putar yang interaktif ini sangat efektif membuat siswa antusias dan paham bahwa keren itu adalah tanpa rokok. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut ke depan,” kata Rahmadsyah Putra, S.Pdi., Kepala SMP Negeri 9 Tebing Tinggi
Sejumlah tenaga pendidik SMP Negeri 9 Tebing Tinggi juga turut mendampingi jalannya acara dengan saksama. Mereka menilai bahwa media visual dan metode interaktif yang dibawa oleh mahasiswa dapat diadopsi oleh guru dalam menyampaikan materi bimbingan konseling maupun muatan lokal kesehatan di kelas.
Komitmen Promosi Kesehatan Mencetak Generasi Emas
Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi, M.K.M., menegaskan bahwa turun ke masyarakat dan sekolah-sekolah merupakan wujud implementasi kompetensi inti dari keilmuan Promosi Kesehatan, yaitu rekayasa perubahan perilaku (behavioral change) ke arah yang lebih sehat.
“Sekolah merupakan tumpuan strategis dalam mencetak generasi emas bangsa yang bebas dari paparan zat adiktif. Mahasiswa pascasarjana harus adaptif, mampu memformulasikan teori ilmiah ke dalam bentuk instrumen edukasi praktis yang tepat sasaran seperti roda putar ini. Kita berharap kegiatan ini memicu lahirnya regulasi kawasan tanpa rokok yang lebih ketat di lingkungan sekolah,” ujar Dr. Kintoko.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat FKM USU tidak sekadar menuntaskan aplikasi pembelajaran lapangan, melainkan turut andil secara riil dalam memitigasi prevalensi perokok usia remaja di wilayah Sumatra Utara demi terwujudnya sekolah yang sehat, aman, dan berprestasi.










