KANALBERITA.COM – Sebuah penelitian gabungan dari tiga studi kesehatan berskala besar mengungkapkan bahwa kebiasaan berjalan kaki dengan kecepatan tinggi mampu menurunkan risiko gangguan kognitif secara signifikan pada lansia. Temuan ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap sekitar 4.000 peserta yang mencakup data medis, hasil tes kognitif, serta pencitraan otak untuk memahami kaitan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental jangka panjang.
Dalam riset tersebut, para peneliti mengidentifikasi kelompok penggerak super sebagai individu yang memiliki kecepatan berjalan setidaknya 1,5 standar deviasi di atas rata-rata orang seusia mereka. Hasil observasi menunjukkan bahwa kelompok penggerak super memiliki potensi risiko gangguan kognitif hingga 50 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang berjalan dengan kecepatan normal.
Selain memori yang lebih terjaga, para individu yang aktif secara fisik juga tercatat memiliki volume materi otak yang lebih besar di area hipokampus. Area tersebut diketahui memiliki fungsi krusial dalam menyimpan memori, sehingga perlindungan pada bagian ini sangat penting dalam menjaga ketajaman ingatan di masa tua.
Para ahli menjelaskan bahwa intensitas berjalan kaki yang lebih tinggi lebih efektif memberikan perlindungan terhadap demensia dibandingkan dengan berjalan lambat. Langkah kaki yang cepat diketahui mampu meningkatkan aliran darah menuju otak sekaligus merangsang produksi protein penting yang mendukung fungsi kognitif yang sehat.
Manfaat Kecepatan dalam Berjalan
Peningkatan intensitas saat berjalan kaki ternyata memicu pelepasan Faktor Neurotropik Turunan Otak atau BDNF yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel saraf. Selain itu, menyelaraskan ayunan lengan saat mempercepat langkah dapat mengaktifkan lebih banyak bagian otak dibandingkan sekadar melangkah santai.
Bagi masyarakat yang ingin mulai menerapkan pola hidup ini, para ahli menyarankan untuk memulai dengan durasi singkat namun dilakukan secara konsisten beberapa kali dalam seminggu. Intensitas latihan kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap, baik melalui durasi, frekuensi, maupun variasi medan seperti melewati tanjakan agar otot dan otak bekerja lebih optimal.












