Pendidikan

Inovasi Minuman Protein Terjangkau Antarkan Mahasiswa ITB Raih Prestasi Internasional

×

Inovasi Minuman Protein Terjangkau Antarkan Mahasiswa ITB Raih Prestasi Internasional

Sebarkan artikel ini

KANALBERITA.COM – Empat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim “3 Chefs & that 1 Technician Guy” berhasil meraih juara kedua dalam kompetisi NUS FoodTech Challenge 2026 di Singapura. Prestasi tersebut diraih berkat pengembangan Pronic+, sebuah inovasi minuman elektrolit tinggi protein yang dirancang dengan harga terjangkau dan berbasis teknologi kecerdasan buatan.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Department of Food Science and Technology, National University of Singapore tersebut berlangsung pada Selasa (14/7/2026) lalu. Tim ini berhasil mengungguli puluhan peserta lainnya dari berbagai negara dengan menghadirkan solusi atas tantangan produk protein yang biasanya memiliki harga relatif mahal di pasaran.

Pronic+ diformulasikan mengandung 15 gram whey protein isolate dalam kemasan 350 mL, dengan target harga jual sekitar Rp15.000 per kemasan. Produk ini diciptakan untuk menyasar konsumen di kawasan Asia Pasifik yang membutuhkan asupan nutrisi praktis tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Pengembangan produk ini melibatkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meriset preferensi rasa konsumen secara efisien. Salah satu anggota tim, Juan Moratua Sinaga, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi Python dilakukan untuk memetakan segmen pasar melalui data survei secara lebih cepat.

Manfaat Inovasi bagi Masyarakat

Inovasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat luas dalam memenuhi kebutuhan protein harian dengan cara yang lebih mudah. Dengan tekstur yang ringan seperti air mineral, produk tersebut menjadi alternatif praktis dibandingkan minuman protein konvensional yang cenderung kental dan berat.

Muthya Zidna Tadzkira, salah satu anggota tim, menyatakan optimisme terkait pengembangan produk ini ke depannya. “Harapannya, inovasi ini benar-benar bisa diadaptasi ke skala industri karena masih banyak masyarakat yang kesulitan mencukupi kebutuhan protein harian, sehingga jika ada produk yang enak dan terjangkau, hal itu bisa mengubah kebiasaan konsumsi secara signifikan,” ujar Muthya, seperti dilansir laman resmi itb.ac.id Kamis (30/7/2026)

Keberhasilan tim yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknik Pangan dan Teknik Fisika angkatan 2023 ini membuktikan bahwa integrasi antara teknologi digital dan ilmu pangan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, proyek ini juga menyoroti pentingnya akses pangan bernutrisi yang seimbang antara rasa, harga, dan kemudahan bagi konsumen.

Sumber : itb. ac. id

Example 300x600