KANALBERITA.COM – Toyota Motor Corp melaporkan bahwa total penjualan kendaraan global mereka pada bulan Mei menyusut sebesar 7,2 persen menjadi 834.279 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menjadi tren negatif selama empat bulan berturut-turut bagi produsen mobil terbesar di dunia tersebut.
Pasar luar negeri menjadi penyumbang utama penurunan dengan angka penjualan yang merosot 9,6 persen menjadi 715.898 unit. Secara rinci, pasar Amerika Serikat mengalami koreksi tipis sebesar 0,6 persen menjadi 238.800 unit.
Kondisi yang lebih menantang terjadi di wilayah lain, di mana penjualan di Timur Tengah terjun bebas hingga 38,6 persen menjadi 29.568 unit. Sementara itu, pasar China mencatat penurunan signifikan sebesar 31,7 persen dengan total 102.299 kendaraan yang terjual.
Di sisi lain, pasar domestik Jepang justru menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan penjualan sebesar 11,1 persen atau mencapai 118.381 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh antusiasme konsumen terhadap model-model baru seperti RAV4 dan bZ4X, ujar pihak perusahaan pada Senin (29/6).
Kinerja produksi global Toyota
Tidak hanya dari sisi penjualan, volume produksi global Toyota juga terpantau menurun sebesar 5,5 persen menjadi 765.470 mobil. Capaian ini menandai kontraksi pertama dalam tiga bulan terakhir bagi raksasa otomotif asal Jepang tersebut.
Output produksi di luar negeri tercatat melemah 9,4 persen menjadi 514.882 kendaraan. Sebaliknya, aktivitas produksi di pabrik domestik Jepang justru mengalami peningkatan sebesar 3,7 persen menjadi 250.588 unit. Peningkatan produksi di dalam negeri tersebut merupakan yang pertama kali terjadi dalam tujuh bulan terakhir, yang didukung oleh langkah strategis perusahaan dalam meluncurkan berbagai model kendaraan baru ke pasar.














