KANALBERITA.COM – Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh sering kali luput dari perhatian karena tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata bagi penderitanya. Kondisi ini menjadi ancaman kesehatan serius yang berpotensi memicu komplikasi fatal seperti serangan jantung dan stroke apabila diabaikan dalam jangka panjang.
Banyak orang merasa kondisi kesehatannya baik-baik saja meski memiliki kadar kolesterol di atas batas normal. Anggapan bahwa kolesterol hanya masalah bagi individu dengan berat badan berlebih merupakan kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Nancy Virginia, menekankan bahwa kolesterol tinggi sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi yang diungkapkan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa mengabaikan angka kolesterol yang sedikit di atas normal sangat berbahaya karena itu adalah bom waktu.
Sebagian besar kolesterol dalam tubuh sebenarnya diproduksi secara alami oleh hati, sementara asupan makanan hanya menyumbang porsi kecil. Faktor lain seperti genetika juga memegang peranan penting dalam menentukan kadar kolesterol seseorang, bahkan pada usia yang masih muda.
Risiko Penumpukan Plak Pembuluh Darah
Kadar kolesterol jahat atau LDL yang berlebihan cenderung menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Proses ini secara perlahan menyempitkan aliran darah yang menjadi penyebab utama munculnya gangguan fungsi jantung.
Nancy Virginia menjelaskan bahwa jika LDL ini berlebih, maka ia yang bertanggung jawab menumpuk lemak di organ tubuh, termasuk pada pembuluh darah jantung, yang disampaikannya pada Sabtu, 13 Juni 2026. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi dini kadar kolesterol sebelum berubah menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.








