KANALBERITA.COM – Fenomena pikiran yang tiba-tiba menjadi sangat aktif saat berbaring di tempat tidur sering kali membuat seseorang sulit mendapatkan istirahat yang berkualitas. Kondisi ini terjadi karena hilangnya distraksi harian serta adanya perubahan aktivitas saraf di dalam otak saat tubuh mencoba rileks di malam hari.
Banyak orang merasakan kecemasan atau kenangan masa lalu muncul tepat saat lampu kamar dimatikan dan suasana menjadi hening. Minimnya aktivitas eksternal di malam hari memberikan ruang bagi otak untuk memproses berbagai emosi yang sempat terabaikan sepanjang hari.
Secara biologis, saat lelah, kemampuan otak dalam melakukan kontrol emosi dan pengambilan keputusan mengalami penurunan fungsi. Hal inilah yang menyebabkan masalah kecil tampak jauh lebih besar dan menakutkan dibandingkan saat pagi atau siang hari.
Selain itu, kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur turut memperparah kondisi tersebut karena paparan cahaya biru dapat menekan hormon melatonin. Paparan konten media sosial juga berpotensi memicu respons emosional baru yang membuat pikiran tetap bekerja meski tubuh sudah sangat lelah.
Faktor Pemicu Overthinking Malam Hari
Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (26/09/2026), terdapat beberapa mekanisme tubuh yang menjelaskan mengapa pikiran sering terasa sulit untuk berhenti bekerja sebelum tidur:
- Hilangnya Distraksi: Suasana tenang di malam hari menghilangkan kebisingan aktivitas harian yang biasanya mengalihkan perhatian kita dari kecemasan terpendam.
- Penurunan Fungsi Prefrontal Cortex: Area otak yang mengatur logika dan kontrol emosi melemah setelah digunakan seharian, sehingga otak lebih didominasi oleh amygdala yang memproses rasa cemas.
- Mode Istirahat Otak (DMN): Ketika kita tidak fokus pada tugas, otak masuk ke dalam Default Mode Network yang cenderung memproses renungan dan pikiran tentang diri sendiri.
- Paparan Cahaya Gawai: Penggunaan layar perangkat elektronik memicu respons kecemasan dan menghambat produksi hormon tidur alami.
Untuk memutus siklus ini, Anda dapat mencoba menuangkan segala kekhawatiran dalam catatan sebelum tidur agar beban pikiran berkurang. Selain itu, melatih teknik pernapasan atau meditasi ringan dapat membantu menenangkan sistem saraf pusat agar tubuh lebih siap memasuki fase istirahat yang tenang, sebagaimana disarikan dari berbagai sumber kesehatan.
Wartawan Senior yang pernah bekerja di sejumlah media seperti BagikanBerita com dan menjadi Pemimpin Redaksi di Majalah Percikan Iman







