KANALBERITA.COM – Pemerintah kota Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kota Surabaya sukses menggelar Mini Job Fair “Ayo Arek Suroboyo siap Kerjo” pada tanggal 16-17 September 2026 lalu. Job fair dilakukan tanpa pungutan biaya dan berlokasi di Urban Creative HUB Surabaya. Disini para pencari kerja apply lamaran secara langsung di tanggal 16 September 2026, lalu dilanjutkan dengan proses walk in interview pada 17 September 2026 bagi para pencari kerja yang sebelumnya ditanyakan lolos pada tahap administrasi oleh Perusahaan.
Terdapat 13 perusahaan telah berkontribusi dalam Mini Job Fair ini dengan memberikan lebih dari 450 lowongan kerja untuk penempatan dalam negeri dan 1.700 lowongan untuk penempatan di luar negeri dan juga didukung oleh sebanyak 28 perusahaan yang menjadi prioritas untuk warga desil. Sebagaimana diberitakan ANTARA News, Agus Hebby Djuniantoro selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membuka akses dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat, terutama warga Kota Surabaya.
Disisi lain untuk warga yang memiliki KTP non-Surabaya namun berdomisili di Kota Surabaya tetap diperbolehkan mengikuti job fair dan diarahkan berproses ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja reguler yang tersedia.
Menurut informasi yang diperoleh, mini job fair ini memberikan perhatian khusus kepada warga Kota Surabaya usia produktif yang tergolong Desil 1–3 yang telah dilakukan survey sebelumnya dengan jumlah sebanyak 2.463 warga yang belum bekerja hingga belum memiliki pendapatan tetap, nantinya akan diarahkan untuk memperoleh informasi dan peluang kesempatan kerja melalui booth yang telah disediakan.

Seluruh rangkaian proses pendaftaran Mini Job Fair ini telah terintegrasi melalui ASSiK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, mulai dari pendaftaran akun Job Fair, pengunggahan berkas lamaran hingga informasi pengumuman. Untuk mempermudah proses registrasi, pihak dinas bersama mahasiswa magang turut membantu pembuatan akun, khususnya bagi masyarakat yang termasuk dalam kelompok desil.
Tidak hanya itu, bagi warga Kota Surabaya yang mengalami kendala dalam pembuatan akun maupun proses registrasi, tersedia booth bantuan dengan didampingi oleh mahasiswa magang. Dalam proses walk-in interview pencari kerja juga diarahkan oleh mahasiswa magang agar dapat mengikuti alur wawancara dengan tertib dan tidak mengalami kebingungan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pelayanan dan meningkatkan efektivitas proses pendaftaran selama kegiatan berlangsung. Selain melamar pekerjaan, para pencari kerja juga dapat berkonsultasi mengenai peluang dan informasi kerja, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri melalui booth BP3MI.
Berdasarkan keterangan Kepala Bidang PPTK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, pencari kerja yang mendaftar di ASSiK mencapai 2.308 orang per September, sementara jumlah yang mengikuti walk-in interview mencapai 575 orang. Meskipun jumlah pencari kerja yang hadir dalam wawancara belum menjangkau seluruh pendaftar, perusahaan tetap menghubungi pencari kerja yang memenuhi kualifikasi untuk tindak lanjut sesuai dengan proses rekrutmen masing-masing. Tidak hanya terkhusus memberikan lowongan kerja dan konseling mengenai pekerjaan yang dilamar, kegiatan ini juga memberikan workshop dengan tema “Pengembangan Soft Skill Kerja”, dengan 100 pendaftar yang hadir.
“Job fair berlangsung cukup ramai, baik dari segi peserta maupun perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, ”ugkap Aziz, salah seorang peserta job fair
Sementara itu Ivan, salah satu pencari kerja yang mengikuti walk-in interview dalam mini job fair menilai bahwa pelayanan selama kegiatan berlangsung telah tersusun dengan rapi dan teratur.
Melalui Mini Job Fair 2026,
Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memperluas akses kerja bagi masyarakat. Antusiasme pencari kerja dan dukungan berbagai pihak, termasuk mahasiswa magang, menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan serta upaya dalam meningkatkan kesejahteraan hingga mengurangi pengangguran di Kota Surabaya. (Penulis: Ni’matul Irma – UPN ‘Veteran’ Jawa Timur)







