KANALBERITA.COM – Pemerintah Indonesia menargetkan percepatan adopsi motor listrik di seluruh provinsi secara bertahap mulai tahun 2027 hingga 2035 untuk mendukung elektrifikasi transportasi nasional. Langkah strategis ini diawali dengan prioritas penggunaan kendaraan listrik bagi kurir, ojek daring, armada perusahaan, dan kendaraan dinas di kota-kota besar.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menjelaskan bahwa pemilihan kelompok pengguna tersebut didasarkan pada tingkat penggunaan kendaraan yang rutin dan intensif. Strategi ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik yang lebih masif sebelum akhirnya menjangkau seluruh wilayah Indonesia pada periode 2031 hingga 2035.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur serta dukungan pasokan listrik sebagai faktor pendukung utama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik hingga akhir 2025, populasi kendaraan di Indonesia tercatat mencapai 172,94 juta unit, sehingga diperlukan persiapan industri yang matang untuk menyambut transisi energi ini.
Selain fokus pada pengguna, pemerintah juga menekankan penguatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produsen lokal. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan industri kendaraan listrik dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui peningkatan daya saing dan penguasaan teknologi domestik.
Tahapan Implementasi Motor Listrik
Dalam agenda Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), Faisol Riza menegaskan komitmen pemerintah mengenai sasaran utama program ini. “Kita memiliki sasaran utama, sepeda motor sebagai prioritas utama di mana tahun 2027 hingga 2030, kita akan memberikan fokus kendaraan motor listrik untuk kurir, ojek daring (ojol), armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar,” kata Faisol Riza saat berbicara pada Rabu (28/10/2026).
Ia menambahkan bahwa setelah tahap awal tersebut berhasil, langkah selanjutnya adalah perluasan cakupan wilayah secara menyeluruh. “Lalu pada 2031 hingga 2035, kita akan memperluas ke seluruh provinsi di Tanah Air kita,” ujar Faisol pada Rabu (28/10/2026).
Strategi ini bukan sekadar peralihan moda transportasi, melainkan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk memastikan industri otomotif dalam negeri siap menghadapi tantangan global. Penguatan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan infrastruktur pengisian daya akan menjadi prioritas utama pemerintah menjelang tahun 2027.
Wartawan Senior yang pernah bekerja di sejumlah media seperti BagikanBerita com dan menjadi Pemimpin Redaksi di Majalah Percikan Iman












