KANALBERITA.COM – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka harus menjadi prioritas utama dalam proses belajar mengajar guna menjaga kualitas pendidikan. Menurutnya, interaksi langsung antara guru dan murid memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan belajar siswa sekaligus memastikan penyampaian materi yang efektif.
Anwar menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka membangun kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Lebih dari sekadar transfer ilmu, hubungan ini memungkinkan guru berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai luhur, akhlak, dan budi pekerti mulia.
Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mencakup pengembangan potensi peserta didik menjadi manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pentingnya Interaksi Langsung dalam Pendidikan
Anwar Abbas menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata. Melalui interaksi tatap muka, guru dapat secara langsung memantau perkembangan siswa, mengidentifikasi kendala belajar, dan memberikan bimbingan yang personal. Guru juga memiliki kesempatan untuk menjadi teladan dalam pembentukan karakter, yang merupakan aspek krusial dalam menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas tetapi juga berbudi pekerti luhur.
Dalam konteks ini, diharapkan peserta didik akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh, memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, serta akhlakul karimah. Hal ini akan membekali mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan dengan lebih baik.












