Otomotif

Dealer Mobil Honda Mulai Berguguran, Beralih Jadi Showroom Mobil China

×

Dealer Mobil Honda Mulai Berguguran, Beralih Jadi Showroom Mobil China

Sebarkan artikel ini

KANALBERITA.COM– Fenomena penutupan dealer mobil merek Jepang seperti Honda dan beralih menjadi showroom merek asal China semakin marak di kota-kota besar Indonesia. Perubahan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam struktur bisnis otomotif nasional.

Menurut pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, dinamika ini berakar pada realitas bisnis dealer di Indonesia yang didominasi oleh investor lokal. Keputusan mereka lebih didorong oleh pertimbangan profitabilitas daripada loyalitas merek.

“Fenomena maraknya penutupan dealer merek Jepang yang kemudian beralih wujud menjadi jaringan dealer mobil China di berbagai kota sejatinya berakar pada realitas pragmatis model bisnis dealer itu sendiri, di mana mereka adalah entitas waralaba milik investor lokal yang pergerakannya murni didikte oleh kalkulasi profitabilitas dan kelancaran arus kas bisnis,” ujar Yannes seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).

Perubahan bisnis ini terjadi ketika pasar otomotif mengalami pergeseran dan tidak lagi memberikan keuntungan optimal. Dalam kondisi tersebut, para investor mengambil langkah cepat untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.

Pergeseran Pasar Dorong Keputusan Bisnis

Kondisi ini diperparah ketika produk pabrikan Jepang mulai mengalami penurunan jumlah pengunjung showroom. Hal ini disebabkan oleh keengganan mereka bermain agresif di segmen kendaraan listrik (BEV) dan kecenderungan mempertahankan harga tinggi dengan kelengkapan fitur yang tertinggal dari kompetitor.

Yannes menjelaskan, daya tarik merek China saat ini tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada skema kerja sama yang ditawarkan kepada para dealer. Faktor finansial menjadi pendorong utama perpindahan ini.

“Para pengusaha dealer ini secara rasional memilih pindah partner bisnis menyambut pinangan merek China yang berani memberikan margin laba jauh lebih besar per unitnya, kucuran subsidi masif untuk biaya renovasi showroom hingga pasokan produk berteknologi canggih yang secara instan mampu menjawab rasa penasaran konsumen kelas menengah akan mobilitas modern dengan harga yang sangat merusak harga pasar,” tutupnya.

Perubahan lanskap ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan industri otomotif tidak lagi hanya ditentukan oleh reputasi merek, tetapi juga oleh fleksibilitas bisnis dan kemampuan membaca arah pasar dengan cepat. Mulai April ini, diaeer Honda di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, secara resmi telah menutup operasionalnya.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengklaim bahwa penyesuaian jaringan dealer merupakan hal yang wajar dalam industri otomotif yang dinamis. “Kami memahami bahwa penyesuaian jaringan dealer merupakan bagian dari dinamika industri otomotif yang terus berubah. Bagi Honda, yang terpenting adalah memastikan setiap konsumen tetap mendapatkan layanan yang mudah diakses, cepat, dan dapat diandalkan,” ujar Billy , Kamis (9/4/2026).

Billy menambahkan bahwa Honda kini lebih menekankan pada kualitas layanan dan efektivitas jangkauan di tiap wilayah, daripada sekadar mengejar jumlah jaringan. “Seperti sudah kami sampaikan sebelumnya, fokus kami tidak hanya pada jumlah dealer, tetapi pada kualitas jaringan dan efektivitas coverage di setiap area. Kami ingin memastikan bahwa setiap jaringan dealer yang ada tetap kuat, relevan, dan mampu memberikan layanan secara optimal kepada konsumen,” katanya.

Example 300x600