KANALBERITA.COM – Gelombang pertama jemaah haji Indonesia tahun 2026 dijadwalkan mulai mendarat di Tanah Air pada Senin, 1 Juni 2026, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Proses pemulangan perdana ini ditandai dengan ketibaan jemaah di beberapa titik debarkasi utama, termasuk Surabaya, Batam, dan Jakarta.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf telah melepas keberangkatan perdana jemaah haji dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Minggu malam waktu setempat. Menhaj menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan jemaah yang tergabung dalam kloter SUB-01 sebelum mereka memasuki pesawat.
Dalam prosesi pelepasan tersebut, Menhaj juga melakukan pengalungan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah sebagai bentuk penghormatan. Kehadiran pejabat tinggi tersebut disambut hangat oleh para jemaah yang antusias bersalaman serta berfoto bersama sebelum meninggalkan Arab Saudi.
“Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Menhaj dalam keterangan resmi.
Kesiapan Fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta
Sementara itu, pihak pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melakukan persiapan matang untuk menyambut kepulangan puluhan ribu jemaah. General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba secara bertahap melalui bandara tersebut hingga akhir Juni 2026.
“Fase kepulangan jamaah haji dimulai pada 1 Juni 2026 melalui Terminal 2F dengan kedatangan kloter pertama dari Jeddah,” ucap Heru. Ia menegaskan bahwa Terminal 2F telah disiapkan secara khusus sebagai terminal layanan haji dengan fasilitas yang lengkap untuk menjamin kenyamanan jemaah yang baru tiba.
Pada fase awal ini, fokus pemulangan menyasar jemaah dari debarkasi Pondok Gede dan Bekasi dengan total mencapai 836 orang. Pihak bandara telah memastikan kesiapan alur kedatangan, sistem penanganan bagasi, layanan kesehatan, hingga pengaturan transportasi bus menuju asrama debarkasi masing-masing berjalan secara optimal.














