KANALBERITA.COM – Di tengah pertumbuhan industri modest fashion yang terus berkembang di Indonesia, brand lokal Triple_A Hijab resmi hadir dengan menawarkan produk hijab berkualitas premium dengan harga terjangkau. Kehadiran brand ini menjadi langkah baru bagi owner-nya, Dita Primasetya, yang selama lebih dari satu dekade dikenal berkecimpung di dunia hukum bisnis.
Triple_A Hijab lahir dari tangan Dita, seorang profesional yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan asing di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Ia memulai bisnis bersama dengan team nya, sembari menyelesaikan tesis Magister Hukum Bisnis di Universitas Gadjah Mada (kampus Jakarta).
Berbeda dari latar belakang keluarganya yang mayoritas berkiprah di bidang hukum, Dita memilih menembus jalur berbeda dengan membangun bisnis fashion muslim. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “break the wall”, sekaligus menjadi legacy bisnis baru di keluarganya.
“Triple_A ini lahir dari peluang pasar yang luas dan bersifat timeless. Hijab bukan hanya kebutuhan perempuan muslim, tapi sudah menjadi bagian dari fashion yang terus berkembang,” ujar Dita.
Menurutnya, meningkatnya jumlah perempuan berhijab di Indonesia serta tingginya daya beli masyarakat menjadi alasan kuat di balik peluncuran brand tersebut.
Nama Triple_A sendiri memiliki makna personal. Brand ini terinspirasi dari inisial huruf “A” yang menjadi nama depan suami serta kedua anaknya. Identitas itu diperkuat dengan penggunaan logo beraksara Arab tanpa harakat, yang menurut Dita menjadi ciri khas tersendiri dan belum banyak digunakan oleh brand lokal Indonesia.
“Kami sengaja menggabungkan unsur bahasa Inggris dan Arab karena target jangka panjang kami memang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga untuk pasar ekspor,” katanya.
Pada peluncuran perdana, Triple_A Hijab menghadirkan lebih dari lima varian bahan berbeda, mulai dari viscose modal, pashmina rayon bambu, paris, hingga kaos rayon. Seluruh material dipilih melalui proses riset ketat untuk memastikan kualitas dan kenyamanan bagi pengguna.
“Kami mengutamakan bahan yang 100 persen adem saat dipakai, tetapi tetap mengikuti model dan tren yang dibutuhkan pasar,” ungkap Dita.
Tak hanya fokus pada kualitas bahan, Triple_A Hijab juga menawarkan diferensiasi pada detail produk. Salah satunya adalah penggunaan label berbahan akrilik berwarna pink yang dijahit manual, sehingga memberi kesan elegan sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal.
Produk yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari pashmina segi empat, hijab instan atau bergo, khimar syar’i, ciput (inner hijab), hingga scrunchie. Seluruh produk mengusung dominasi warna pastel dengan harga yang dinilai ramah di kantong, yakni mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.
Menghadapi persaingan industri modest fashion yang kompetitif, Triple_A Hijab saat ini fokus memperkuat branding dan identitas visual. Mulai dari desain logo, packaging eksklusif, hingga proses pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.
Selain itu, pemasaran digital menjadi strategi utama melalui platform seperti Instagram, TikTok, serta berbagai marketplace. Saat ini produk hijab Triple_A dijual melalui akun IG triple_a.hijab, sedangkan di Tiktok, Shopee, Tokped dan Lazada dengan nama Triple.A Hijab.
Menurut Dita, prelaunching produk terbaru dilakukan sejak 29 Juni 2026, sedangkan launching resmi akan berlangsung Rabu, 1 Juli 2026. Dalam waktu dekat, Triple_A Hijab juga akan menggandeng Key Opinion Leader (KOL) dan influencer mikro untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus membangun komunitas pelanggan melalui sistem membership.
Ke depan, Dita menargetkan pembukaan program reseller dan dropshipper dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Sementara dalam satu hingga dua tahun ke depan, Triple_A Hijab menargetkan ekspansi pasar ke kawasan ASEAN sebagai langkah awal menuju pasar Asia dan Timur Tengah.
“Visi kami bukan hanya menjadi brand lokal yang kuat, tetapi juga membawa produk hijab Indonesia ke pasar internasional. Setelah ASEAN, kami ingin masuk ke Asia dan Timur Tengah,” tutupnya.














