Internasional

PBB Resmi Mengadopsi Peta Dunia Baru untuk Perbaiki Distorsi Ukuran Benua

×

PBB Resmi Mengadopsi Peta Dunia Baru untuk Perbaiki Distorsi Ukuran Benua

Sebarkan artikel ini
peta geopolitik
Ilustrasi peta dunia

KANALBERITA.COM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru saja meresmikan penggunaan peta dunia dengan proyeksi baru yang dirancang untuk merepresentasikan luas wilayah secara lebih akurat. Langkah ini diambil karena peta konvensional selama ini dianggap mendistorsi ukuran benua, terutama membuat daratan Afrika tampak jauh lebih kecil dari aslinya.

Selama ratusan tahun, dunia telah mengandalkan Proyeksi Mercator yang diciptakan oleh Gerardus Mercator pada tahun 1569 untuk kebutuhan navigasi laut. Masalah muncul ketika peta tersebut digunakan sebagai referensi visual umum, karena teknik ini meregangkan wilayah di sekitar kutub dan menyusutkan area di dekat khatulistiwa. Akibatnya, persepsi publik mengenai skala geografis menjadi tidak seimbang dan dinilai tidak merefleksikan realitas luas wilayah yang sebenarnya.

Berbagai kalangan mengkritik dampak psikologis dari distorsi peta Mercator yang dianggap merugikan secara politis dan ekonomi. Ahli geografi asal Kenya, Kioko Muendo, menjelaskan bahwa peta bukan sekadar alat bantu perjalanan, melainkan instrumen yang membentuk persepsi masyarakat terhadap pentingnya sebuah kawasan. Ia menyebutkan hal ini secara implisit telah mengecilkan arti sumber daya, populasi, dan peluang investasi Afrika yang sangat besar pada September 2026.

Sebagai solusi, PBB kini mengadopsi proyeksi Equal Earth atau Bumi Setara yang dikembangkan untuk menyajikan proporsi daratan yang lebih adil dan akurat. Peta ini diharapkan dapat mengoreksi bias visual yang selama ini bertahan di berbagai institusi pendidikan serta platform digital populer.

Kelebihan dan Keterbatasan Proyeksi Peta

Dalam dunia kartografi, tidak ada satu pun peta datar yang mampu merepresentasikan permukaan bola bumi tanpa mengalami distorsi. Proyeksi Mercator memang sangat baik untuk menjaga sudut agar navigasi kompas tetap akurat, namun ia mengorbankan keakuratan luas daratan. Sebaliknya, peta Equal Earth mampu menyajikan ukuran yang jauh lebih proporsional bagi benua-benua di dunia.

Meski demikian, setiap jenis proyeksi peta memiliki konsekuensi teknis tersendiri. Profesor Kartografi dari University College London, James Cheshire, menyatakan bahwa seorang kartografer harus memilih antara mempertahankan luas, bentuk, atau jarak karena mustahil menyatukan ketiganya secara sempurna pada bidang dua dimensi. Peta-peta alternatif lain seperti proyeksi Peters juga pernah dicoba untuk mengatasi masalah skala, namun sering kali justru membuat bentuk benua tampak terdistorsi secara ekstrem.

Hingga saat ini, perdebatan mengenai peta mana yang paling ideal terus berlangsung di kalangan akademisi. Penggunaan peta baru oleh PBB menjadi langkah simbolis penting untuk menantang cara pandang dunia yang telah terbiasa dengan bias ukuran daratan selama lebih dari empat abad.

Example 300x600