HeadlineRegional

Beri Dukungan pada Kapolri, Ulama dan Tokoh Jawa Barat Desak Penegakkan Hukum Segala Kemunkaran

×

Beri Dukungan pada Kapolri, Ulama dan Tokoh Jawa Barat Desak Penegakkan Hukum Segala Kemunkaran

Sebarkan artikel ini
Dukungan Kapolri
Asep Syaripudin (tengah) membacakan pernyataan sikap ( foto: istimewa)

BANDUNG, Kanal Berita – – Sejumlah elemen Masyarakat, ormas Islam, komunitas dan juga pesantren yang tergabung dalam Aliansi Ulama dan Tokoh Jawa Barat menyatkan dukungannya untuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto khususnya dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar.

 

“Kami yang tergabung dalam Aliansi Ulama dan Tokoh Jawa Barat sepakat memberikan dukungan penuh, dorongan dan doa untuk Kapolri agar sunguh-sungguh menegakkan amar makruf nahi munkar. Tentu saja sesuai dengan tugas dan fungsi polri menurut UU, khususnya dalam menangani masalah besar bangsa,” ungkap Koordinator Aliansi,  Asep Syaripudin, di Aula Masjid Istiqomah, Bandung, Jumat (6/11/2026).

 

Dukungan para ulama dan tokoh ini dilatarbelakangi sejumlah kejadian besar yang terjadi di Tanah Air. Yang pertama penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, dan disusul kasus penyadapan Presiden Prabowo oleh sejumlah jenderal polisi dan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

BACA JUGA  Tumpas Judi Online, Pemerintah Mesti Prioritaskan Aksi Domestik

 

“Kami mendukung penuh institusi Polri. Kami, ulama dan tokoh masyarakat, siap bersama Polri untuk menjaga Indonesia dari para pengkhianat bangsa dan negara. Komitmen kita jelas, tidak ada urusan lain. Tidak ada urusan operasional atau kepentingan politik praktis apa pun. Saya pribadi pun belum pernah bertemu dengan Kapolri. Kita murni merespon apa yang terjadi demi kebaikan bangsa,” tandasnya dalam pernyataan yang dihadiri puluhan orang itu.

 

Sementara itu KH Nandang Koswara selaku Ketua Wilayah Syarikat Islam (PW SI) Jawa Barat, menilai bahwa Kapolri Jenderal Suyudi membawa harapan baru di tengah citra buruk dalam institusi Polri selama ini serta kondisi bangsa yang dirusak orang-orang yang berperilaku dan memiliki karakter iblis.

 

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat bahu membahu memperbaiki kondisi bangsa yang kian terpuruk ini. Kami yakin Pak Suyudi punya misi untuk membersihkan institusi Polri dan bangsa ini dari orang-orang jahat,” tegasnya.

BACA JUGA  Miris! dari Sarjana hingga Mantan DPRD Terjerat Sebagai Operator Judol di Luar Negeri

 

 

PERNYATAAN SIKAP

 

Diakhir acara, Asep Syaripudin yang didampingi sejumlah tokoh dan ulama Jabar membacakan pernyataan sikap Aliansi Ulama dan Tokoh Jawa Barat. Mereka meminta Jenderal Suyudi melakukan tindakan penegakan hukum secara konstitusional dengan prinsi ‘azizun hakim terhadap para pengkhianat bangsa dan negara.

 

“Kami minta Kapolri menindak tegs para pengedar narkoba yang menjadi penghancur generasi muda bangsa. Tindkan yang sama juga harus dilakukan untuk para penghasut, pengadu domba dan pemecah belah umat beragama,” tandasnya.

 

Aliansi juga meminta Kapolri menindak tegas gembong judi dalam berbagai bentuk, termasuk judol dan pinjol yang telah menghancurkan mental dan ekonomi keluarga. Tindakan tegas juga harus dilakukan terhadap pelaku dan pendorong seks bebas dan LGBT yang menghancurkan kemanusiaan.

 

Para ulama dan tokoh Jawa Barat itu juga melihat kerusakan alam dan lingkungan yang parah, sehingga menimbulkan banyak bencana karhutla, banjir dan tanah longsor. Mereka meminta Kapolri melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha yang menjadi penjahat lingkungan.

BACA JUGA  Operasi Masif Anti-Judol: Polri Amankan 259 Tersangka dalam 4 Bulan Terakhir

 

Di internal Polri, Suyudi diminta menindak oknum aparat kepolisian yang menjadi pelindung kejahatan, kemaksiatan dan premanisme, serta phobia terhadap Islam.

 

“Salah satu contohnya ialah kasus penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo. Dalam kejadian itu, aparat bukan melakukan fungsi yang sesungguhnya dari Kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakt,” tegas Asep.

 

Tuntutan para ulama lainnya ialah pengusutan tuntas peristiwa di KM50.

 

“Kami mendoakan Kapolri agr membawa institusi Kepolisian sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat,” tandasnya.

 

Acara ini ditutup dengan doa dan foto bersama. [ ]

Example 300x600