Bisnis

Mantra Uang Dorong Transformasi Mindset Keuangan melalui Edukasi Sadar Kaya

×

Mantra Uang Dorong Transformasi Mindset Keuangan melalui Edukasi Sadar Kaya

Sebarkan artikel ini
Haji Suhendi, pendiri Akademi Mantra Digital (Dok. Pribadi)

KANALBERITA.COM – Membangun kondisi keuangan yang sehat tidak cukup hanya dengan meningkatkan penghasilan. Pola pikir, kebiasaan mengelola uang, hingga pengalaman menghadapi persoalan finansial turut memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan ekonomi.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Suhendi Iskandar, pendiri Akademi Mantra Digital, menghadirkan Mantra Uang, sebuah platform edukasi yang mengedepankan pendekatan  Subconscious Mindset First  atau pembenahan pola pikir dan alam bawah sadar untuk mendukung transformasi keuangan masyarakat.

Melalui konsep blueprint sadar kaya, Mantra Uang mengajak masyarakat mengevaluasi cara pandang terhadap uang, memahami pengalaman finansial masa lalu, serta menyusun perencanaan keuangan yang lebih terarah.

“Melalui platform Mantra Uang, kami menawarkan keunggulan dalam membongkar pola pikir lama yang menghambat keberhasilan,” ujar Suhendi yang akrab disapa Haji Suhendi.

Evaluasi Pengalaman Finansial Masa Lalu

Materi edukasi Mantra Uang mencakup pembahasan mengenai mindset, energi, vibrasi, frekuensi, dan konsep sadar kaya. Platform ini juga mengajak peserta meninjau pengalaman masa lalu, termasuk trauma keuangan, kekecewaan, dan kegagalan relasi yang dinilai dapat memengaruhi keputusan finansial berikutnya.

BACA JUGA  Menteri UMKM Sebut 60 persen KUR Semester I Disalurkan ke Sektor Produksi Capai Rp169,2 triliun

Pendekatan tersebut menempatkan kesiapan mental sebagai salah satu aspek penting dalam proses perubahan. Peserta didorong mengenali kebiasaan yang menghambat, mengevaluasi keputusan sebelumnya, dan membangun perspektif yang lebih konstruktif terhadap pengelolaan uang maupun pengembangan usaha.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah menjadikan utang masa lalu sebagai bahan pembelajaran, bukan sekadar sumber penyesalan. Upaya memperbaiki kondisi keuangan juga perlu disertai tindakan nyata, seperti memetakan kewajiban, menentukan prioritas pembayaran, dan mengelola arus kas sesuai kemampuan.

“Utang di masa lalu adalah pelajaran, dan fokus utama saat ini adalah merancang masa depan keuangan yang solid tanpa utang,” terang pengusaha yang kerap dijuluki The Legend Leader itu.

BACA JUGA  Mahasiswa Institut STIAMI Gelar Seminar Dorong UMKM Jakarta Utara Naik Kelas di Era Digital

Perlu Komitmen

Dalam pelaksanaannya, Mantra Uang menghadapi tantangan dari calon peserta yang berharap memperoleh perubahan finansial secara instan. Menurut Suhendi, proses pembelajaran membutuhkan konsistensi dan kesediaan individu untuk bertanggung jawab atas keputusan serta tindakan yang diambil.

“Pendekatan ini sekaligus menempatkan peserta sebagai pihak yang memegang kendali atas keputusan hidupnya. Mentor dapat memberikan materi, arahan, dan pendampingan, tetapi hasil akhirnya tidak dapat dilepaskan dari tindakan nyata serta kondisi masing-masing individu,” papar Suhendi.

Untuk memperluas akses edukasi, Mantra Uang hadir melalui situs mantrauang.com sebagai bagian dari ekosistem Akademi Mantra Digital, yang juga mengembangkan produk dan pemasaran berbasis afiliasi.

Example 300x600