KANALBERITA.COM – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam terus diperkuat oleh Universitas Negeri Jakarta melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMAN 37 Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Universitas Negeri Jakarta, Dr. Abdul Fadhil, mengangkat tema “Pendampingan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengayaan Materi Ajar & Media Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam SMA/SMK”. Kegiatan ini diikuti para guru sebagai upaya mendorong transformasi pembelajaran sejarah Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Fadhil menyoroti pentingnya rekonstruksi pembelajaran Sejarah Peradaban Islam (SPI) di sekolah. Menurutnya, pembelajaran SPI tidak cukup disampaikan melalui hafalan kronologi dan tokoh sejarah semata, tetapi perlu dihadirkan sebagai ruang refleksi yang mampu menghubungkan peristiwa masa lalu dengan tantangan kehidupan modern.
“Kalau kita terjebak dengan angka-angka tahun dalam sejarah, maka pembelajaran sejarah jadi tidak asik bagi siswa. Padahal sejarah memiliki begitu banyak nilai, pelajaran hidup, dan inspirasi peradaban yang bisa membangun pola pikir kritis serta karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa guru perlu membangun pembelajaran SPI yang lebih hidup melalui pendekatan multidisiplin. Sejarah Islam dapat dikaitkan dengan perkembangan sains, budaya, ekonomi, hingga peradaban dunia agar siswa memahami kontribusi besar Islam terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.
Selain itu, penguatan nilai moderasi beragama juga menjadi salah satu fokus utama dalam pembelajaran SPI. Guru didorong menghadirkan narasi sejarah yang menampilkan nilai toleransi, diplomasi damai, dan kehidupan masyarakat multikultural dalam sejarah Islam. Menurut Dr. Abdul Fadhil, pendekatan tersebut penting agar siswa tidak hanya memahami sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu mengambil nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan sosial dari perjalanan peradaban Islam.
Kegiatan pengabdian ini juga menekankan pentingnya transformasi media pembelajaran abad ke-21. Para guru diperkenalkan pada berbagai media digital interaktif seperti Google Earth, TimelineJS, Canva, podcast edukatif, hingga platform kuis digital yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif.
“Jadi kalau kita bercerita ataupun mengajarkan sejarah dengan pendekatan multimedia, seperti memanfaatkan Google Maps atau platform digital lainnya untuk melihat lokasi, jalur perjalanan, dan peninggalan sejarah tertentu, siswa akan jauh lebih tertarik karena mereka bisa membayangkan langsung peristiwa yang dipelajari. Dari situ rasa penasaran dan semangat belajar mereka akan tumbuh,” jelasnya.
Menurutnya, generasi saat ini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang visual, interaktif, dan eksploratif. Karena itu, guru perlu bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu memadukan nilai sejarah dengan teknologi digital tanpa menghilangkan substansi pendidikan Islam.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut juga dihadiri oleh Kepala SMAN 37 Jakarta, Lilik Setyoharyanti. Di akhir sesi, beliau menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan dan menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih inovatif dan bermakna.
Dengan demikian, pemikiran dan inovasi pembelajaran yang disampaikan Dr. Abdul Fadhil diharapkan mampu mendorong para guru menghadirkan pembelajaran Sejarah Peradaban Islam yang lebih menarik, adaptif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik masa kini.













