HeadlineOtomotif

Alasan Toyota Indonesia Pertahankan Peran Manusia dalam Produksi Mobil

×

Alasan Toyota Indonesia Pertahankan Peran Manusia dalam Produksi Mobil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pabrik mobil

KANALBERITA.COM – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan tenaga kerja manusia dibandingkan otomatisasi robotik secara penuh dalam setiap lini produksi mobil di Karawang. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan kompetensi karyawan agar tetap relevan dengan kebutuhan teknologi industri saat ini.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, menjelaskan bahwa proses otomatisasi di pabriknya dilakukan secara bertahap dan sangat bergantung pada kebutuhan proses produksi. Pihaknya lebih fokus pada peningkatan keterampilan pekerja, terutama dalam bidang pemrograman dan penguasaan teknologi mutakhir.

Dalam menjalankan operasionalnya, Toyota memegang teguh filosofi Make People before Make Product yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai pondasi utama sebelum menghasilkan produk. Pendekatan ini terbukti krusial, terutama saat perusahaan mulai merambah ke era produksi kendaraan elektrifikasi yang membutuhkan kesiapan teknis dan keamanan tinggi.

BACA JUGA  Puluhah Ribu Pekerja Terkena PHK Hingga November 2025

“Kami mempersiapkan SDM melalui berbagai kompetensi yang berhubungan dengan elektrifikasi dalam hal safety, proses produksi, proses delivery hingga kontrol kualitas,” ujar I Nyoman Winaya pada Selasa, (29/9/2026).

Fokus pada Inklusi dan Pengembangan SDM

Selain fokus pada kompetensi teknis, perusahaan juga menerapkan prinsip All Member All Process (AMAP) untuk memastikan kesetaraan akses pekerjaan. Prinsip ini memberikan kesempatan kepada seluruh anggota tim tanpa memandang latar belakang usia, kondisi fisik, maupun gender.

Toyota juga menyediakan dukungan alat bantu produksi yang dikenal sebagai karakuri untuk mempermudah pekerjaan bagi pekerja dengan kondisi fisik tertentu. Inovasi ini memungkinkan lingkungan kerja tetap inklusif, termasuk bagi pekerja perempuan yang saat ini jumlahnya telah mencapai lebih dari 200 orang di fasilitas produksi TMMIN. Melalui pendekatan humanis dan berbasis teknologi ini, Toyota memastikan bahwa transisi menuju era kendaraan masa depan tetap selaras dengan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Example 300x600